TENTANG SI CHIMER

Monday, March 13, 2017

6 DAN SELAMANYA...

Nina menutup pintu kamarnya perlahan. Kali ini Victor melihat ada yang berbeda pada ibu angkatnya tersebut. Victor mengenal Nina dengan baik. Ia tidak sulit meluluhkan hatinya, barangkali Nina adalah perempuan dengan hati terlembut yang pernah dikenalnya. Nina selalu menuruti keinginannya selama ini.
            Ini adalah hukuman pertamanya.
            Victor meremas kepalanya dengan kesal. Apa yang salah dengan aktingnya barusan? Sebelumnya selalu berhasil tanpa masalah. Ia lebih kesal pada dirinya sendiri. Barangkali ia kurang kreatif dan imajinasi dalam menemukan alibi baru.
            Ia melangkah menuju tempat tidur dan rebahan di atasnya. Matanya menerawang ke langit-langit. Kemudian wajah gadis itu muncul begitu saja. Gadis yang menatapnya dengan pandangan berbeda dari gadis lainnya.
            “Ternyata satu sekolah…,” gumamnya pada diri sendiri. Victor ingat gadis itu tak lain adalah guru les berenang Lany, Sheena. Dua tahun lebih Victor bersekolah di sekolah yang sama dengan Sheena dan di tahun terakhir dia baru tahu bahwa gadis itu satu sekolah dengannya.
            Lucu.
            Sebab biasanya setiap gadis di sekolahnya berusaha muncul di hadapannya sekurang-kurangnya sekali. Baik itu yang berwajah cantik, biasa saja, sampai dengan yang tidak cantik. Sementara Sheena baru muncul di hadapannya saat ini. Bukankah berarti selama ini Sheena berusaha menghindarinya? Entah ketika berpapasan di lorong sekolah. Entah ketika berada dalam satu gedung olah raga. Entah ketika sedang mengantri makanan di kantin.
            Dua tahun gadis itu berusaha menghindarinya. Baru siang ini ia muncul di hadapannya karena tertarik dengan perkelahian yang terjadi. Diam-diam Victor merasa tertantang.
“Apa yang ada di pikiranmu, Sheena.”

*

Sheena masih memikirkan kejadian siang tadi. Tidak. Ia tidak khawatir pada keadaan Victor. Bisa dibilang ia tidak peduli. Pada dasarnya siang tadi ia hanya refleks berlari mendekat atas dasar rasa penasaran dan karena memang semua orang berbondong-bondong berlari ke arah Victor.
Sheena pernah mendengar sebuah teori bahwa pada dasarnya manusia memiliki kecendurangan untuk latah atau mengikuti sebagian besar orang tanpa disengaja. Maka yang terjadi padanya siang tadi adalah latah belaka. Sialnya, kelatahannya membuat Victor menyadari bahwa mereka sebenarnya satu sekolah.
Jika mengingat bagaimana tadi Victor menatapnya, bulu kuduk Sheena meremang. Ada kebencian dan dendam di sana. Victor pastilah bukan tipe orang yang gampang melupakan. Ia pasti ingat bahwa Sheena adalah guru pelatih renang adiknya yang ia sebut tidak becus.
Di atas kasur Sheena menggigil sendiri. Ia menaikkan selimut ke dagunya dan berusaha menutup mata. Ia pasti memikirkan hal yang tidak-tidak. Mana mungkin Victor peduli dengannya. Victor punya banyak urusan yang lebih penting. Ia populer dan berkuasa, ada banyak kegiatan yang lebih mengasikkan. Kabarnya juga, Victor punya klub berisi orang-orang yang sama kaya dan populernya. Pada malam-malam tertentu mereka bersenang-senang. Dengan mengingat hal itu, Sheena akhirnya bisa jatuh tertidur.


*

2 comments:

  1. kak annesya.... novel kakak yang kenangan yang berpulang sudah gak produksi lagi kah??? :(

    ReplyDelete
  2. beli di sini achi...
    agak susah cari di tokbuk sekarang :)
    http://www.gramedia.com/x-kenangan-yang-berpulang.html

    ReplyDelete

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower