TENTANG SI CHIMER

Sunday, March 12, 2017

4 DAN SELAMANYA...


Sheena meletakkan nampan di meja Mahesa. Laki-laki itu sedang bersedekap sembari menatap jendela kafe yang berembun. Tubuhnya sedikit menggigil menahan dingin. Kenapa ia keluar dalam kondisi hujan lebat tanpa sebuah payung masih menjadi pertanyaan bagi Sheena.
Sheena meletakkan cangkir kopi di hadapan Mahesa. Sheena membungkuk untuk meletakkan tisu, sendok, dan gula cair. Di saat yang bersamaan Mahesa langsung menoleh dan menengadah menatap Sheena, kepala mereka sejajar, saling bertatapan, mata dan mata.
            Sheena tersentak sedikit tapi ia berhasil menutupi keterkejutannya.
            Namun Mahesa justru tersenyum. Senyumnya tampak sedih. Sesuatu dalam tatapannya seperti hendak mengutarakan sesuatu.
            Sheena menegakkan tubuhnya segera dan menatap pelanggannya dengan tatapan berjarak. Ia tersenyum simpul. “Ada lagi, Kak, yang kurang?”
            Mahesa menatap pesanannya sekilas tanpa benar-benar memperhatikan. Ia mengangguk kecil. “Sepertinya cukup.”
            “Baik kalau begitu, selamat menikmati, Kak.” Sheena melenggang pergi tanpa berusaha mengetahui apakah mata almond itu masih memperhatikannya atau tidak.
           

*

No comments:

Post a Comment

satu tambah satu, kenapa harus sama dengan dua? Maksudku apa itu arti "satu"??? Oh Well, math! The logic that never explain its logical reason! So, just leave your comment bellow, I prefer to use MODERATION comment mode. Just making sure I read the comment one by one :))

Follower