TENTANG SI CHIMER

Saturday, April 26, 2014

KALAH

from weheartit



Saya sebelumnya berpikir bahwa kerja keras akan selalu membawamu ke tempat yang seharusnya. 
Sebelumnya saya yakin menjadi orang baik adalah hal yang utama. 
Kini saya sampai pada kenyataan bahwa kerja keras belum tentu membawamu ke tempat yang sepantasnya.
Menjadi orang baik juga bukanlah pilihan yang mudah. 
Namun saya tetap berpikir apa yang telah saya lakukan adalah hal yang benar, 
meski dikatai bodoh,
meski dikatai salah, 
dan kini dinyatakan kalah.

ANNESYA

Friday, April 25, 2014

GIVEAWAY NOVEL “X: Kenangan yang Berpulang”

Jadi setiap saya melahirkan novel, saya selalu mengadakan giveaway. Kali ini untuk novel ketiga saya “X: Kenangan yang Berpulang” mari kita seru-seruan!!!

Saya tantang kalian untuk:
1. Pergi ke toko buku dan mencari novel “X: Kenangan yang Berpulang”
2. Berfotolah BERSAMA BUKU TERSEBUT dengan meniru pose kover Novel “X: Kenangan yang Berpulang”.
3. Upload di facebook, lalu tag saya. Atau posting di blog, tinggalkan link ke blog saya di postingan whentheheartchimes.blogspot.com.

Ini bakalan seru!
Dua yang paling menghayati pose-nya akan mendapat novel ini beserta tandatangan saya. Good luuuckkk!!! :D
Terakhir, tanggal 5 Mei yah… :)



Muah-muah,

Annesya

Wednesday, April 23, 2014

GIVEAWAY NOVEL "X: KENANGAN YANG BERPULANG"

Hai hai saya ada dua eksemplar novel X dan mau ngadain giveaway. Chimers mau ikutan??? :D

Novel X: Kenangan yang Berpulang sempat mejeng di rak Best Fiction. Gatau juga kenapa bisa di situ. Kesasar atau gimana, saya gatau pasti. Hayok deh ikutan seru-seruan :)))

Saturday, April 12, 2014

BICARA TENTANG DRAFT "PULANG"

Draft Novelet berjudul "PULANG: Muara Rasa" terhitung sudah tamat hari ini. Saya tahu saya ngebut menulisnya pas liburan coblosan kemarin dan pada saat weekend ini. Saya menyelesaikan 50halaman A4 dan mem-publishnya SEMUA hari ini.

Yang ketinggalan membaca, sudah bisa membacanya. Terhitung hari ini, sampai lima hari ke depan. Blog AWESOME STORM will be set to "only administrator" mode. Which is mean... take your time if you really want to read it. :)

Salam hangat,
Annesya

Friday, April 11, 2014

KARENA

Kenapa harus saya yang mengalami semua ini?Kenapa bukan orang lain saja?

Karena Tuhan menyayangimu dengan cara yang "berbeda". Karena Tuhan menempatkanmu di tempat itu dengan sebuah alasan yang harus kamu temukan sendiri jawabannya.

Wednesday, April 9, 2014

PULANG: Muara Rasa

pict from here

Tiga sahabat berkumpul kembali ketika liburan semester dimulai. Val berkuliah di Surabaya, Flo berkuliah di Yogja, dan Febi berkuliah di Jakarta. Flo dan Febi pulang ke Surabaya untuk berkumpul dan mencari tahu muara rasa masing-masing.

Flo diam-diam mencintai Val. Febi diam-diam mencintai Flo. Sementara Val mencintai Karen. Mereka bersahabat dari kecil dan kini mereka sudah cukup dewasa untuk dapat mengartikan perasaan yang bersembunyi di balik kata “sahabat”.

Ketiga sahabat itu pernah mengalami kehilangan. Kehilangan yang membuat mereka goyah untuk menjalani hidup. Ketika Flo dan Febi memutuskan untuk menyampaikan perasaan mereka, ketiga sahabat itu dihadapkan kembali pada kehilangan lainnya.

Namun setiap rasa pada akhirnya membutuhkan muara. Akhir dari perjalanan panjang. Akhir dari segala rasa sakit.

***

Saya berniat menjadikan #Pulang sebagai Novelet. Sekitar tiga puluh halaman A4. Namun, well, ini sudah jalan 25 halaman tapi masih belum mencapai klimaks. Mungkin bakal jadi 50 halaman-an. Oh ya, yang tertarik membaca cerbung saya, silakan tinggalkan alamat email blogger kalian di kotak komentar. Saya tidak akan mem-publish-nya.

Saturday, April 5, 2014

CERITA BERSAMBUNG LAGI

Hai hai, lagi bikin cerita bersambung lagi. Tapi kali ini tidak akan dipublish ke HEARTCHIME, karena banyaknya plagiasi dan pencurian ide. Yah, begitulah... jadi cerbung akan dipublish di blog yang berbeda. Yang mau ngepoin cerbung saya, silakan komen. Ntar saya kasih alamat blognya. Muah muah...

ANNESYA

AKAN JAUH LEBIH BAIK

Jumat, lembur. Ketika saya pulang hanya tersisa segelintir orang di kantor. Sebenarnya hanya tersisa segelintir orang di lantai gedung. Saya terlalu malas turun ke toilet lantai UG. Jadi saya masuk ke toilet lantai delapan dan mulai mengenakan hijab.

Tiba-tiba pintu salah satu bilik kamar mandi terbuka, salah seorang senior saya keluar dari dalamnya. Tangan saya membeku di udara. Tenggorokan saya tercekat. Senior saya berlalu tanpa menyapa saya, entah pura-pura tidak tahu atau hanya tak peduli.


Semoga, ia cukup tidak peduli. Itu akan jauh lebih baik.

ANNESYA

Thursday, April 3, 2014

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KETIGA, HEARTCHIME


Tanggal 3 April tiga tahun yang lalu adalah posting pertama Heartchime dipublish. Sebuah puisi pendek berjudul Simpul Mati. Silakan jalan-jalan ke arsip jika ingin menemukannya.

Saat itu tidak pernah terpikirkan bahwa saya akan rutin menulis postingan di blog ini hingga tiga tahun ke depan. Tapi, yah, ternyata toh Heartchime terus hidup sampai dengan sekarang.

Selamat ulang tahun, rumah bagi hati saya, my dearest heartchime. Heartchime adalah kenangan, dan memoar. Heartchime adalah kantong sampah yang isinya bisa diubek-ubek oleh siapa saja. Pada dasarnya sampah pun bisa didaur ulang. Mungkin di antara sampah-sampah saya, ada yang mendapatkan keuntungan, ada yang cuma mendapatkan bau yang tidak sedap. Tapi sekali lagi, namanya juga kantong sampah, salah siapa kalian ubek-ubek kantong sampah saya, coba? Ga ada yang maksa juga.


Selamat ulang tahun, Heartchime. Let me kiss you. #ciuminLaptop

oke, salah gambar. ya sudahlah yah...
from here


ANNESYA

Wednesday, April 2, 2014

SAAT ITU

Selasa pagi saya berangkat kerja dengan blouse dan rok sepan. Tiba-tiba saya merasa tidak nyaman. Sepulang kerjanya, saya mengganti sepan dengan celana jeans dan mengenakan hijab.

Pagi tadi, saya berangkat ke kantor dengan hijab melilit kepala. Setiap harinya, saya selalu berjalan kaki ketika berangkat dan pulang kantor.

Begitu sampai gedung kantor, saya lansung menuju toilet, dan melepas hijab. Perlahan-lahan saya melepas peniti dan jarum pentul, lalu merapikan rambut dengan sisiran jari.

Saya berjalan menuju lift dan memasukinya. Membiarkan lift berdenting ke lantai 8 dan saya memulai hari saya tanpa hijab di lingkungan kantor.

Pulangnya, saya memutuskan untuk turun ke lantai UG, menuju ke toiletnya. Karena saya tidak ingin orang-orang di kantor tahu saya mengenakan hijab. Begitu sampai toilet, saya kembali mengenakan hijab saya.


Saat itu, di depan kaca toilet, saya menangis. 

ANNESYA

Follower