TENTANG SI CHIMER

Friday, February 28, 2014

HIDUP ITU SEPERTI REMIDI

Oke, yang namanya ujian itu akan terus berulang dan berulang, hingga kita lulus. Sama seperti hidup. Selama saya tidak mampu melewati suatu ujian, ujian itu akan terulang diulang dan diulang oleh Tuhan. Mungkin Tuhan ingin mengajarkan saya sesuatu. Sampai saat pesannya tersampaikan, ujian-Nya akan terus diulang dan diulang.

Sekian,
Annesya

Wednesday, February 26, 2014

TUHAN, AKU CUMA PUNYA KAMU

Tuhan, aku cuma punya kamu. Ketika semua pergi. Ketika semua tidak mengerti. Ketika semua bantuan hilang dan aku jalan sendirian, tidak tahu arah tujuan.

Tuhan, aku cuma punya kamu. Ketika aku sadar semua yang kumiliki adalah milikmu. Ketika aku sadar aku tidak memiliki apa-apa, kecuali kamu. Tuhan, aku cuma punya kamu. Sementara kamu punya aku yang tidak berarti apa-apa bagimu.


Tuhan, aku cuma punya kamu. Dan kamu tidak hanya memiliki aku, melainkan semua yang ada di langit dan di bumi. Tuhan, kamu punya semua. Kamu mengendalikan semua. Tuhan, aku cuma punya kamu. Aku mohon, tolong aku. Tolong aku yang tidak memiliki apa-apa ini, kecuali kamu. Tolong aku.

Tuhan, aku cuma punya kamu.

Saturday, February 22, 2014

SAYA TAHU SAYA NORAK

I know this is stupid and I am a fool. But, yesterday, I’ve just launched my new novel in Surabaya, Novel terbitan  Grasindo, “X: Kenangan yang Berpulang”. Ini pertama kalinya saya launching buku. Awalnya saya mau membentuk image saya sebagai perempuan dewasa yang smart. But what happened yesterday was a flop! I’m a loser for being a lady. I am just being myself, a weirdo.

Kemarin launching di Matchbox Too Coffe and Friends sama tiga penulis lain: Monica Anggen, Prisca Primasari, dan Stevan Purba. Perasaan saya sungguh luar biasa. Ini pertama kalinya saya menghadiri acara launching. Dua novel sebelumnya tidak pernah ada launching. Saya bersyukur untuk bertemu mereka dan menjadi pembicara di acara tersebut.

photo taken by @child_smurf

me, in yellow, with other authors
taken by @lafatah

Saya berharap pada acara meet and greet kemarin, saya tidak tampak sok keren atau sejenisnya. Karena yang hadir di sana banyak penulis yang jauh lebih keren dari saya. Semoga sih sifat ramah dan rame yang saya presentasikan tidak menyinggung mereka. Semoga ketika saya berusaha sharing, tidak dianggap riak. Itu saja harapan saya. Eh, juga semoga novel saya laku deng. Amin. #penting

Dan tentu saja, kejutan tidak berhenti di sana. Saya mendapat mention di twitter dari @IwidMind. Novel #MayaMaia mendapat rekomendasi dari Ika Natassa dalam Litbox. Sebenarnya yang membuat saya bahagia bukan rekomendasinya, melainkan fakta bahwa tulisan saya dibaca oleh penulis favorit saya. Itu. Sangat. Membahagiakan. Bahkan walau isinya kritikan pedas, saya akan tetap bahagia.

letter recommendation from Ika Natassa,
captured by @IwidMind


She wrote in her recommendation letter:
My pick of Indonesian fiction for this month editions is Maya Maia a novel by Devania Annesya, a young writer. It’s a very light book about two women, Maia and Maya, who lives in the opposite (ga jelas), there’s no similarity between them. But then some cosmic coincidence (ga jelas) lives intertwined and nothing will be the same since Annesya’s style in writing Maya Maia reminded me of Zara Zetira ZR with her Mimi Elektrik and Hilman with Olga & Sepatu Roda, light, entertaining, and effortlessly funny.


I am so grateful. I really am. #pelukHarrisAntologiRasa

Lots of love,
Annesya


Wednesday, February 19, 2014

1 WHITE LIES: PROLOG

Honestly, saya sudah rindu menulis cerita bersambung. Rindu. Rindu serindu-rindunya.
Tapi memang sih kantor lagi tidak bersahabat.
Jadi cerita kali ini, semoga bisa tamat hingga ending.
Aamiin. Mari sama-sama berdoa ya... #cipokSatu2
Btw, cerita bersambung "X: Kenangan yang Berpulang" sudah beredar dalam bentuk eksemplar di toko-toko buku kesayangan kalian. Please kindly looking on to new released novel yah...

***
Apa yang lebih buruk ketika tubuh manusia digerogoti oleh penyakit yang tidak bisa disembuhkan? Tentu saja, ada yang lebih buruk dari itu semua. Yaitu detik di mana dokter memvonis umur seorang pasien tidak akan lebih lama dari setengah tahun. Flora mengalaminya saat ini.
Begitu vonis untuk mamanya jatuh, ia keluar dari ruangan dokter, dan menangis terisak-isak di tangga darurat rumah sakit. Pemandangan seperti itu bukan hal yang tidak biasa. Puluhan atau mungkin ratusan orang di rumah sakit ini mengalaminya. Titik balik ketika manusia dihadapkan oleh ancaman kehilangan.
Sudah hampir satu jam lamanya ia menangis, matanya mulai terasa perih dan kering. Lengan bajunya basah oleh air yang keluar dari mata dan hidungnya. Tiba-tiba Flora merasa dirinya sangat tidak bisa diandalkan. Di saat sulit, seharusnya ia mampu menguatkan mamanya. Bukannya malah menangis di tangga darurat. Anggota keluarga Pambudi tidak boleh cengeng sepertinya.
Flora bangkit dan melap wajahnya dengan telapak tangan. Ia merapikan kuncitan rambutnya dan membalikkan badan. Namun ternyata di tangga teratas, seseorang berdiri, dan menatapnya dengan ekpresi datar. Vivaldi, saudara angkatnya. Vivaldi yang tidak punya emosi. Bahkan ketika mama divonis tidak akan berumur panjang, laki-laki itu sama sekali tidak meneteskan air mata.
Tubuh besar Vivaldi tampak semakin menjulang. Flora menatap saudara laki-lakinya itu dengan malu. Vivaldi pasti cukup lama mengawasinya menangis seperti bayi. Vivaldi membuka mulutnya seperti hendak berkata sesuatu, namun ia bungkam lagi. Vivaldi sangat jarang berbicara. Ia tidak pernah bicara padanya. Sejak kecil, Vivaldi sepertinya membencinya.
“Ayo, pulang sekarang!” Vivaldi membalikkan badan dan melenggang pergi melalui pintu besi tangga darurat. Ia sama sekali tidak menunggu jawaban dari Flora.
Flora  menghela nafas panjang dan mengikuti Vivaldi dari belakang.

***

Saturday, February 15, 2014

SEBAB

Sebab perbuatan baik kita belum tentu akan mendapat balasan yang serupa dari orang lain, jadi berbuat baiklah karena kamu ingin berbuat baik. Sekian. Terima kasih. Lagipula, ga ada juga yang maksa kamu berbuat baik.

Btw, tanggal 22, alias minggu depan ada MEET AND GREET penulis Grasindo di Surabaya. Come and join us! :D

http://whentheheartchimes.blogspot.com/2014/02/meet-and-greet-penulis-grasindo_13.html

Salam,
Annesya

Thursday, February 13, 2014

MEET AND GREET PENULIS GRASINDO!

 Dear Chimer, tanggal 22 Februari, hari Sabtu, ada jumpa penulis, sharing tentang kepenulisan. Semacam acara launching untuk novel ketiga saya “X”. Sst, juga bakalan ada Monica Anggen, penulis yang novelnya merajalela di mana-mana, dia juga bakal hadir. Seru deh bakalan. Akan ada saya, yang penasaran dengan keseksian saya, yuk ikuti acara ini. Cuma tersisa 5 tiket untuk datang ke acara ini.

GRATIS acaranya! #penting #catet

Akan ada GOODIE BAG juga dari Grasindo. Ih wow...

Terus, akan ada DUA EDITOR GRASINDO yang cantik-cantik. Ih, ini bisa jadi pintu bagi naskahmu untuk tembus penerbit Kompas Gramedia! Kamu bisa korek-korek selera naskah yang berpotensi lulus seleksi penerbitan! Kalian juga bisa menggaet dan mengencani editor-editor tersebut! #okeMulaiAbsurd

Caranya gampang, bikin quotes tentang MANTAN PACAR! Yang nyakitin, yang nyenengin, yang tak terlupakan. Mention @grasindo_id dan @D_Annesya hashtag #NovelX

LOMBA DIMULAI SEKARANG!!! TENG! TENG! TENG!
LOMBA BERAKHIR TANGGAL 17 PUKUL LIMA SORE!

Lima paling seru, bakal menangin tiket ke sana! Sampai ketemu di acara Meet and Greet tanggal 22 nanti #tariUbur-Ubur

Salam hangat dan peluk,

Annesya

Follower