TENTANG SI CHIMER

Thursday, May 31, 2012

ORANG YANG HIDUP TIDAK HANYA UNTUK DIRINYA SENDIRI

wolf rain randomly found at google


... adalah orang yang sial dalam keberuntungannya. Menderita dalam kebahagiaannya. Tertawa dalam tangisnya.

Annesya, 
novelis, jobseeker, diragukan kewarasannya 

Wednesday, May 30, 2012

TERJEBAK

“Jobseeker itu susah ya… perjuangan banget!” teman saya itu mengeluh. Gris namanya. Cewek dengan pipi chubby itu baru saja maju sidang skripsi minggu lalu dan sedang mengurus yudisium. Sambil nganggur-nganggur dia berbaik mengantar dan membuntuti saya melalangbuana ke jobfair Gramedia Expo.

“Iyalah. Enak an mereka yang punya modal terus bikin usaha kaya Varian,” saya makan es campur saya dengan ganas. Dan mengingat beberapa teman saya lainnya yang beruntung, memiliki modal untuk berwiraswasta. “Indry juga buka warung, Ucha juga. Kalau aku punya uang aku juga mau wiraswasta ah!”

“Hahaha. Iyo. Pinjem uang di bank. Jaminane omahmu yoh!”

“Hahahaha… aku nggak nduwe omah. Menurutmu?”

“Hahahaha…,” kami tertawa bersamaan. Di warung Jus Jumbo di sebelah Togamas dengan keringat bercucuran dan tubuh bau asap motor.

“Wes… ojo pinter-pinter kamu Gris, mundhak ra payu!” aku menyindir Gris dan juga diri sendiri.

“Iyo e. Yaopo iki aku. Gebetanku ngomong jarene dia ga suka cewek yang lebih pintar dari dia. Lha piye seh! Harusnya kan cari cewek kudu yang pinter biar bisa saling memahami satu sama lain terus punya anak sing pinter-pinter sisan. Ah!”

“Iyalah. Kita ini cewek bentukan modernitas yang terjebak di sistem konvensional. Kita tumbuh berkembang tapi lingkungan kita belum siap. Kebanyakan laki-laki masih menganggap status purba macam itu masih penting. Padahal kan hubungan itu intinya kan permainan ego, gimana kita pinter-pinternya ngatur ego masing-masing biar ga saling menyakiti toh? Mbok, omonganku keren.”

“Iyo, betul! Terus iki yak opo? Aku kudu lapo? Mosok aku jomblo terus? Padahal aku suka diaaaa huhuhu...,”

“Yo embuh. Ngelu aku. Hahaha…,”

Dan pembicaraan kami terus mengalir tanpa tahu akan kemana ujungnya... 

day forty two - trapped [Explored FP]
pict from VisualizeUs


Kita semua terjebak sistem. Sistem yang dibuat oleh pendahulu kita, mereka yang menang dalam arus. Mereka yang mewakili mayoritas, dengan mengabaikan keminoritasan.

Annesya

Tuesday, May 29, 2012

THE AFTERLIFE OF ME

Road To Hell HD Wallpaper
pict from VisualizeUs

Sebenarnya ini bukan lagi dunia. Hidup yang kita jalani saat ini sebenarnya adalah kehidupan setelah mati – hanya saja tidak seorang pun menyadarinya. Sosok-sosok yang kita jumpai adalah halusinasi. Saya dalam masa hukuman yang sangat panjang untuk menebus dosa-dosa saya di kehidupan yang lalu.

Ini neraka. Hidup saya saat ini adalah nereka. Di kehidupan yang lalu saya banyak melakukan dosa dan saat ini saya sedang dihukum. Dihukum yang sangat berat dan sangat lama. Dihukum dengan cara dibuang dan diabaikan. Dihempas dan dibenturkan.

Saya tidak pernah membayangkan neraka akan lebih menderita dari hidup saya yang sekarang ini. Sebab saya rasa saat ini adalah neraka. Saya berada dalam neraka untuk menembus dosa-dosa saya.

Ini bukan tentang beruntung dan tidak beruntung. Bukan tentang perjudian bahagia dan menderita. Ini tentang takdir. Bahwasanya saya harus dihukum atas suatu dosa yang tidak pernah saya ingat semasa hukuman saya ini berlangsung.

Ini adalah neraka. Saatnya menembus dosa.

Dan sampai kapanpun kita tak pernah bisa mengharap manusia memahami hidup kita sebab mereka tidak mengalami hal yang serupa dengan kita. Mereka hanya bicara A dan B. Tapi kita yang menjalaninya dan mengerti A dan B itu… TIDAK. PERNAH. ADA.

Annesya

Sunday, May 27, 2012

IBU PERI

Akhir-akhir ini saya ada sebutan baru. Teman-teman saya panggil saya dengan sebutan IBU PERI. Kok bisa? Bisa dong. Saya biasa dengan tiba-tiba berdoa (sekaligus menyindir): Ibu peri, tolong Lala, Ibu Peri…
Jadinya, kalau saya baik sedikit, mereka panggil saya IBU PERI. 

Grateful&8217;s blog- StumbleUpon
enggak, saya ga kaya gini. ini cuma gambar asal comot.
pict from VisualizeUs

Misalnya...

Mbak Caca masuk Kamar saya: 
Mbak Caca : Pinjam laptopmu dong! Buat ngerjain tugas, terus sekalian ngeprint.
Saya : Hum… (sambil baca buku)
Mbak Caca : Sama modemnya sekalian ya? Sekalian buka facebook bentar. Hehe…
Saya : Hum…
Mbak Caca : Bentar aja kok mainnya…!
Saya : Ya… mau lama juga gapapa. Lagi ga pake leptop.
Mbak Caca : Waaah… terima kasih, Ibu Peri… Ibu Peri baik sekaliiii…
Saya : --__--“

Mau berangkat ngajar:
Hanidha : Mau kemana, Mbak?
Saya : Ke Panti.
Hanidha : Wah, Ibu Peri baik hatiiii...
Saya : (Pura-pura mati)

Honestly, saya benci sama Ibu Peri. Bikin anak kecil manja. Dikit-dikit minta tolong Ibu Peri. Apalagi dulu ada sinetronnya yang main Marshanda (terus operasi plastik jadi Angel Karamoy. WOW!). Berdoa kok sama Ibu Peri, sama Tuhan dong. Cape deh…


Sementara saya nulis ini, saya iseng bergumam: Ibu Peri, kasih saya uang satu milyar dong, Ibu Peri… 

Hahaha, apa siiih, random banget... 

Annesya

Saturday, May 26, 2012

MIMPI #3

“Aku pengen jadi pelukis!” kata salah satu anak panti yang masih belum kuingat namanya. Dia lemah dalam pelajaran tapi sangat suka menggambar.

“Ilustrator.” Saya membenarkan setelah melihat-lihat tipe gambarannya.

“Apa itu illustrator?”

Saya diam sejenak. Tiba-tiba teringat cita-cita saya sewaktu kecil. Saya dulu sangat suka menggambar. Kemana kemampuan saya itu pergi sekarang? Terhempas oleh realita? Tangan saya terlalu kaku untuk untuk menggoreskan kehidupan dalam pola-pola gambar.

“Ilustrator itu… kita nggambar terus diterbitin di majalah atau koran.” Saya menjelaskan. “Dulu waktu SMA, kakak pernah jadi illustrator majalah sekolah.”

Tak jauh darinya, Zulaikho menatap saya dan menyahut. “Kalau aku maunya jadi penulis! Bukan! Novelis! Aku pengen jadi penulis novel!”

Untuk kedua kalinya saya terhenyak. Dua-duanya adalah mimpi saya, dulu sekali. Ini seperti mengaca pada masa lalu. Zulaikho menunjukkan tulisan-tulisannya dalam kertas binder. Tulisan tangan, puisi dan cerita pendek.

“Kakak… dulu juga nulis novel dalam kertas binder. Terus kakak ketik lewat rental komputer. Sehari kakak duduk lima jam buat nulis novel. Teman-teman kakak yang punya komputer juga bantuin ngetik. Sekarang kakak udah nerbitin satu novel. Semoga nanti ada lagi

“Wow! Bawa novel Kakak ke panti ya!”

“Iya. Pasti.”

http://favim.com/orig/201105/20/amelie-bampw- dream-dreamers-eva-french-Favim.com-50641.jpg
pict from VisualizeUs

Mimpi serupa makhluk hidup. Dia bisa tumbuh atau justru mati mengering. Mimpi-mimpi saya... beberapa mengakar, lainnya menggersang oleh waktu dan realita.

Aduuuh, tulisan saya di atas kok kesannya menye-menye… padahal niatnya ga nulis menye-menye lho. Ah sudahlah… mungkin ini efek ditinggal emak Ninda (yang punya Listeninda – iya bener, yang sifatnya aneh itu, seratus deh) ke Jakarte. Dia keterima kerja juga akhirnya setelah penantian panjang dan berjuta pendewasaan yang menyakitkan. Saya kehilangan orang yang doyan ngomelin saya tanpa alasan. Ugh… cebeul cebeul cebeul…! But this is my time untuk berperang melawan hutan belantara jobseeker.

Semangkaaaa,


 Annesya

Wednesday, May 23, 2012

MIMPI #2

Tiba-tiba Ayu (salah satu anak panti tempat saya mengajar) duduk menjejeri saya dan menempelkan telapak tangannya ke atas telapak tangan saya. “Wow, kopi dan susu!” ia terbahak. Yang lain ikut tertawa.
Saya yang sedang mengajarkan korogapit sedikit terkejut sembari mengacak rambut anak 14 tahun itu.
“Kak, sering ke kecantikan-kecantikan ya! Perawatan gitu?” dia memberondongkan pertanyaannya.
“Nggak pernah,” duitnya siapa?, tambah saya dalam hati.
“Kakak pacarnya banyak ya!”
“Enggak.” Jomblo.
“Ah ga percaya! Kakak pasti pacarnya banyak!” tuduhnya sengit dan semua mengiyakan. "Kalau cantik pasti pacarnya ganteng dan baik!"
Saya tersenyum kecil dan kembali meneruskan pelajaran.

beauty-and-the-beast04.jpg
pict from VisualizeUs

Belum saatnya mereka tahu, kecantikan fisik bukan jaminan kebahagiaan.

Salam,

Annesya

DEMIKIAN AKU

chuva de verão - novo ~ Lucem on deviantART
pict from VisualizeUs

Angin tak pernah mengeluh, menghempas debu kotor jalanan
hujan tak pernah lalai, dalam rinai syahdu pun teruntai
dawai
damai
Bumi enggan mengaduh,
barangkali sudah jengah diinjak dan diludah.

Barangkali demikian aku,
Dalam rindu yang kuku terendap waktu akhirnya membeku.

Tuesday, May 22, 2012

MIMPI

Hari ini Lilil ngajak saya ngajar di panti asuhan. Ini pertama kalinya saya ke panti asuhan. Biasanya panti asuhan saya ketahui hanya dari sebatas kotak amal di musholla atau tulisan di depan amplop amal.

Hari ini Ocha membawa laptop dan mengajarkan internet kepada anak-anak. Mereka memberitahu mimpi mereka ke saya dan Nina. Impian mereka sederhana. Mereka ingin punya ipad. Sesederhana itu. Saya bilang mereka harus pintar supaya gampang dapat kerja. Supaya mereka bisa beli ipad dengan uang gaji mereka sendiri.

Mereka anak-anak yang baik.

.Heart´s dream. by `Nonnetta on deviantART
pict from VisualizeUs


Salam,

Annesya

DI RESTORAN

dinner for two valentines day estilotendances 3 Exquisite Valentines Day Dinner
pict from VisualizeUs
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput –
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras –

kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.


Puisi Sapardi Djoko Damono yang mengingatkan saya pada orang INI.

Salam,

AnnesyaChibi

Sunday, May 20, 2012

MULA

Senja ini menelan cahaya, menebar gelap, menyisip rembulan. Terang ini menangkap gelap, merenggut kerlip, memancar terik. Seperti itu pula kamu yang di sana, menebar ada, menyisip rasa. Memerangkap hampa, menebar harap.

Di sini selalu gelap sebelum terang datang. Di sana hanya terang sampai gelap menyerang. Adakah sapa menyentuh, menoreh mula?

Hati ini sebelumnya entah ada? tiada? Tanya terhempas tanya buntukan nyata. Perlukah kata meretas ada? Memangnya tanya meretas mula?

MaKe a New eNdinG
pict from VisualizeUs

#FIKSI140, Antologi Fiksi Mini @ Facebook


Hmm… jadi begini. Saya kayaknya telat kasih tahu kalau salah satu buku antologi saya sudah terbit. Judulnya #FIKSI140, Antologi Fiksi Mini @ Facebook yang mana menghimpun 500 Fiksi140 terbaik di Grup Fiksi140 FB, beserta 100 Fiksi140 karya para penyair dan cerpenis Indonesia. Di sana saya jadi pemeran pembantu, ada sekitar sembilan fiksi mini saya yang tembus dalam antologi ini.

Yah kalau diibaratkan dengan pilem, di sini saya mah bagian scene ngepel rumah atau jadi pemeran pengganti wanita waktu Cinta ciuman sama Rangga. Saya sudah lupa apa aja fiksi mini saya yang tembus di sini. Haha, maklum, waktu ikut main di antologi ini saya lagi nyekripsi. Jadi pas stress skripsi sama main-main deh bikin antologi ini. Kalau ga salah yang saya ingat ini salah satu fiksi mini saya.

FIKSI 140 tema PELATIH FITNESS
Judul: Beda Orientasi
Dia tampan, mapan, dan atletis. Ketika kutanya mengapa masih lajang, dia tersenyum sambil mencuri pandang ke suamiku.

penampakan buku, harga 30ribu (belum ongkir)



Bagi saya antologi ini bukan buku melainkan teman saya kala skripsi. Itu yang membuat buku ini berarti buat saya. Yang berminat membeli bisa hubungi saya di komen bawah ini. Atau langsung hubungi adminnya DI SINI.

Salam hangat,

Annesya

Saturday, May 19, 2012

TIGA HARI ADALAH JAWABAN

Di Indramayu adalah dimensi yang berbeda. Adalah dunia yang kini tidak saya mengerti lagi, nyata dan mayanya. Tiga hari di Indramayu adalah relativitas waktu yang tertahan dan berjalan sangat lambat. Terisolasi dari dunia luar, dibiasakan dengan pengerdilan, dan hidup dalam ketidaklayakan.

Tiga hari di Indramayu adalah jawaban.

Suatu ketika saya menatap layar televisi dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimana rasanya mogok kerja?

Suatu hari saya mengomel di depan layar televisi, kenapa pula para TKW itu tidak pulang padahal di sana sudah pasti tak ada masa depan? Larilah! Bodoh!

At the center of your being you have the answer you know who you are and you know what you want.
http://vi.sualize.us/view/3cf212d444b5b4edb46bddf5a2476fe4/

Mogok kerja adalah suatu pernyataan ketidak berdayaan. Adalah satu-satunya cara tersisa untuk meminta hak yang semestinya didapatkan. Adalah pilihan terakhir dalam minimnya kemungkinan.

Dan para wanita berhadapan dengan egonya sendiri dan rasa malu. Teman-teman saya yang memilih tinggal di Indramayu tidak mampu menghadapi rasa malu mereka. Mereka sudah kehabisan uang untuk kembali pulang. Dan mereka juga kehabisan harga diri untuk bertemu dengan ayah-ibu mereka, suami, anak, dan keluarga lainnya. Mereka tidak perlu masa depan. Mereka hanya perlu harga diri mereka kembali. Dan untuk itu mereka tinggal.

Saya harus terus menulis, sebelum waktu mengubur masa kelam ini dan menjadikannya seolah tidak nyata. Saya harus membayar tiga hari kebungkaman saya dengan tulisan. Saya harus terus mengingat. Bahwa tiga hari itu… NYATA.

Saya masih terus berhubungan dengan teman-teman saya di Indramayu. Kabar terkini yang saya dapatkan… Citra dan Ica (yang sudah berkeluarga dan memiliki anak) mengusahakan pulang ke Malang. Roni, cowok dari kloter Malang, juga pulang. Tersisa tiga di sana, Yorda, Lilis, dan Cahya. Mereka masih mengharapkan janji kedatangan Khomar di Mess. Yang mana saya pesimis, saya tidak yakin mereka akan mendapatkan hak mereka.

Semoga mereka baik-baik saja. Amin.

Salam,

Annesya

Friday, May 18, 2012

AKAR TUNGGANG

Saatnya berangkat, saya, Yorda, Cahya dan Ica dari kloter Malang. Bersama dua anak dari kloter Yogya. Menaiki mobil Avanza yang diragukan keseimbangannya. Teringat Saiful Jamil yang melibatkan sang merek mobil di media massa.

Jalanan jauh lebih buruk dari tol Cipularang. Tidak perlu kantuk menunggu mobil oleng. Jalanan berlubang sangat dalam. Membanting tubuh kurus kami hingga menatap atap mobil. Belum lagi perampok yang tiap saat menyerang. Setiap saat kami harus berada dalam lingkungan yang tidak memiliki jaminan keselamatan jiwa.

Memasuki jalanan dan gang, tak pernah keluar lagi. Dua jam lamanya perjalanan sampai kami tiba di tempat tujuan. Waktunya bekerja sebagai Sales… eh, Public Relations. Menemui kepala desa dan sekretaris desa. Meminta izin tempat dan waktu mengadakan penyuluhan yang kemudian diikuti dengan presentasi penjualan produk pupuk organik. Yah, itu memang kerjaan public relations, kata mereka, saya pingsan seketika. Anak-anak kloter Malang tertawa terbahak. Mereka suka guyonan sarkastis saya. Mungkin karena mereka cuma bisa memendam dan saya cukup lihai memperlihatkan.

Kaca mata saya tertinggal. Wajah-wajah berbaur dalam senja yang mencapai malam. Kami masih berjalan di perkampungan yang asing. Pohon bamboo dan jalanan berbatu. Terik yang membakar dan wajah-wajah yang kelelahan. Yorda tiba-tiba meremas tengkuk saya dan menghadapkan kepala saya ke tumpukan batu yang besar dan tajam. Ingin mengetes kemampuan mata saya tanpa kaca mata.

“Kamu kelihatan ga itu apa?! Iku opo! Iku opo!“ Yorda mendorong saya ke bebatuan, menekan tengkuk saya dengan paksa.

Dua anak kloter Yogja ngeri melihat tingkah kasar Yorda ke saya.

Saya mengacungkan telunjuk ke udara. “Oh saya tahu! Itu kan… kasur yang buat kita tidur semalam!”

“Mbwahahahaha! Pinter koen!” Yorda terbahak kencang.

Saya balas tertawa. Orang-orang kampung bersuku Sunda memandang aneh bahasa Jawa kami. Kami tak peduli. Menertawai penderitaan kami adalah hiburan yang membuat kami tetap waras. Anak-anak Yogya yang lebih suka memendam keanehan dalam kepasrahan.

Kami bicara dengan dua anak yogya yang sudah seminggu lebih dulu dari kami di mess. Mereka merasa aneh namun mereka ingin meneruskan. Mereka sudah setahun menganggur dan kini mereka menerima pekerjaan ini begitu saja. Walau merasa aneh. Mereka putus asa. Kasihan, itulah yang saya rasakan. Bagaimana mungkin seseorang mau dikerdilkan? Saya punya track record yang di atas rata-rata. Mereka bilang mereka juga. Namun mereka bilang saya baru lulus dan masih terlalu idealis.

Saya benci dengan orang putus asa yang mengajak orang-orang lainnya untuk ikut putus asa. Saya benci orang yang menjatuhkan impian orang lain. Saya bukannya idealis. Saya hanya realistis. Untuk apa bekerja di perusahaan yang tidak memperlakukan pegawai sebagai aset perusahaan. Kami bahkan tidak mendapatkan hak kami, surat kontrak resmi! Sementara sewaktu-waktu kami bisa mati di medan yang seberbahaya ini! KLIK SINI.

Best picture gallery, Angel Oak, South Carolina, by MarkRegs
pict from VisualizeUs

Mereka bilang saya pilih-pilih. Saya bilang, saya hanya tidak ingin dikerdilkan oleh situasi. Saya terlalu besar, untuk mereka memotong “akar tunggang” saya! 

Oh ya, FYI, saya sudah (berhasil) keluar dari perusahaan itu. Ini adalah apa yang seharusnya saya tuliskan selama bekerja di sana. Hanya saja kemarin di barak penyiksaan, saya tidak sempat melakukan banyak kegiatan. Sekarang saya sudah di Surabaya dan baik-baik saja.

Salam hangat,

Annesya

HEARTLESS PEOPLE OUT THERE

“Kamu masa harus pergi sekarang?” Lilis menatap saya yang sedang sibuk di depan koper biru saya.

Saya tidak berani menoleh dan menatapnya. “Ya.” jawaban singkat yang merupakan keputusan final. “Sudah lewat jam 12 dan Khomar tidak memberi jawaban tentang surat perjanjian yang memiliki kekuatan hukum. Saya ga mau kerja kaya TKI illegal gini!”

“Ayo bertahan di sini selama sebulan! Siapa yang bakal ketawa kalau kamu ga ada? Di sini cuma kamu yang berani ketawa kenceng, Madura!”

Tanpa menoleh, saya tahu yang berbicara itu Yorda. Kadang saya memanggilnya dengan sebutan mbak. Namun lebih seringnya saya lupa dan kembali mengolok-oloknya. Yorda panggil saya dengan sebutan Madura dan saya panggil dia dengan sebutan Solo. Kami berdua bukan dari suku tersebut tapi Yorda sangat suka menebarkan gosip kalau saya seorang Madura – sebab sifat saya yang “berani” di mess. Berani mengkritik air yang sulit, kasur yang setipis keset, kamar mandi yang hanya 1 untuk 20-an orang, makanan yang kurang bergizi, serta jadwal kerja yang menipu. Mana mungkin seorang perempuan harus bekerja dari jam 11 siang sampai dengan dengan jam 2 malam?

Saya tertawa menatap Yorda. “Maaf ya, saya harus pergi. I gotta move on. Saya ga bakal ketemu jodoh kerjaan saya kalau saya tetap di sini. Saya punya dua adek.”

Yorda tampak tak bisa membalas ucapan saya. Masih terdengar Citra menangis di kamar mandi. Saya memilih mengabaikannya, saya tidak mampu menjadi dewi yang menolong semua orang. Bahkan ketika Yorda meminta saya menenangkan Citra, saya menolak.

Mbak Ica yang merindukan anaknya dan bertaruh banyak untuk datang ke pekerjaan ini. Cahya mungkin mengalami pengorbanan tak jauh beda dari kami semua. Renny yang ditakdirkan untuk menemani saya di kerjaan mengerikan ini. Kami bertujuh terikat takdir selama tiga hari, seperti saudara, kami berpelukan erat sebelum saya dan Renny pergi.

Saya sebelumnya marah pada HRD abal-abal yang bukan lulusan psikologi yang membawa rombongan saya dari Malang menuju 17jam perjalanan Indramayu. Saya bilang padanya: 

sebutuh-butuhnya saya sama uang, saya ga bakal menyengsarakan orang lain! Saya punya otak untuk ga memberikan surat kontrak penipuan ini pada mereka yang lain! Sampean kan tahu sendiri kehidupan di sini? Kenapa mau-maunya disuruh nipu sama Khomar (direktur dengan gelar yang sangat aneh) pake surat kontrak ini! Kontrak ini ga ada yang bener!

Dia balas marah dengan logat Sundanya. Bibirnya berkedut. Tanda ia terancam oleh kata-kata saya. Namun dia sama sekali tidak memberi solusi. Dia selalu melempar tanggung jawab pada Khomar dan Khomar layaknya belut yang sulit ditangkap.

Uang memang bisa membutakan hati. Perempuan itu tidak peduli dengan nasib lainnya, dia hanya beralasan menjalankan tugasnya saja. Menuruti perintah atasan dan baginya itu alasan yang cukup. Penampilannya sangat santun yang membutakan mata kami. Sungguh sebuah pencitraan yang menyakitkan, terlebih hijab besar yang dikenakannya. Tanda identitas agama yang sama dengan agama saya. Saya sakit sekali dengan identitas yang diusungnya. Klik sini.

Untitled / Danielle Yagodich
pict from VisualizeUs

Apakah manusia terlahir seperti itu? Tidak berhati ketika segala urusan duniawinya tercukupi?

Salam hangat,

Annesya


Wednesday, May 16, 2012

KABAR TERKINI

Well, barangkali ada yang ingin tahu kabar saya dan bagaimana saya bertahan di tempat kerja saya yang sangat mengerikan dan tidak manusiawi. Tiga hari di sana bagaikan tiga tahun penderitaan. Dalam sekejap saya merasakan dilemma seseorang yang tidak terjamin masa depan dan keselamatannya. Dalam tiga hari saya melakukan pelacakan, demo, mogok kerja dan pelaporan ke JPC salah satu universitas terbaik negeri ini. Semoga kemudian ada tindak lanjut walaupun saya merasa pesimis dengan segala sistem di negara ini. Semoga tidak ada yang mengalami pengalaman seperti saya, hanya itu yang saya pikirkan.

Pada intinya kabar saya baik. Saya ada di Jakarta. Tinggal beberapa hari di rumah saudara teman saya (teman saya itu juga kabur dari perusahaan tersebut) untuk kemudian merancang langkah ke depan. Teman saya membuat thread di kaskus. Yang penasaran bisa klik http://www.kaskus.us/showthread.php?t=14478399

Sunday, May 13, 2012

THE LIARS

Dengan bangga mereka menggunakan kami yang masih muda, energik, dan juga putus asa. Dia menyebut-nyebut lulusan universitas kami untuk menampilkan citra memukau. Kami adalah lulusan dari universitas-universitas terbaik nasional.

Mereka yang lelah berjuang memilih menyerah pada kondisi yang diwajarkan. Ketidakwajaran yang menjadi wajar hanya karena dijadikan kebiasaan. Air yang sangat susah didapat, pelayanan hidup yang menyedihkan, dan kinerja yang jauh dari efisiensi. Kesialan yang datang untuk membersihkan hati manusia adalah hakiki yang indah.

Marco Migani - BOOOOOOOM! - CREATE * INSPIRE * COMMUNITY * ART * DESIGN * MUSIC * FILM * PHOTO * PROJECTS
pict from VisualizeUs

Saturday, May 12, 2012

UNLUCKY ME

Mereka menanyai minat kami, posisi yang kami inginkan. Namun kemudian kami dipekerjakan sebagai penyuluh lapangan biasa. Ini bisa disebut penipuan. Namun kami kesulitan untuk kembali pulang dengan berbagai tendensi yang ada. Yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata, jarak, materiil, dan juga mental kami. Kami lelah secara psikis, bukan fisik.

Saya adalah orang yang suka menyimpan nasib sial seorang sendiri. Saya tidak suka seseorang kelelahan mendengar keluhan saya. Saya baru akan bercerita ketika segalanya sudah berakhir yang mana hal itu masuk kategori kadaluarsa. Namun cara saya ini mengundang kesalahpahaman.

neko #08 / Tetsuya Blues
pict from VisualizeUs

Kemudian saya belajar untuk bercerita. Perlahan saya sampaikan kesialan yang saya hadapi ke mami saya. Mami saya stress. Mungkin lebih stress daripada saya. Mami saya memberondong saya dengan banyak pertanyaan yang semakin membuat saya stress. Saya sedang belajar… belajar mengkomunikasikan nasib sial saya kepada mami saya. Hal yang sebelumnya tidak pernah saya lakukan. Sebab selama ini saya selalu sendiri. Terbiasa menghadapi segalanya seorang diri.

Thursday, May 10, 2012

PRASANGKA. PREDIKSI.

Saya baru saja sampai di Indramayu. Tidak sesuai harapan tapi nggak ada salahnya mencoba. Ada 6 anak perempuan lainnya yang seruangan dengan saya. Dan kelihatannya mereka semua baik. Ada anak laki-laki di lantai bawah, kelihatannya juga baik. Cuma saya nggak ngeh sama bapak-bapak ga jelas yang suka keluar masuk ruangan kami tanpa permisi. My first impression ke dia, menyebalkan.

Masa training ini sepertinya saya akan diperlakukan sebagai penyuluh lapangan. Turun ke persawahan dan mempromosikan produk kami. Meskipun saya melamar sebagai PR, saya harap setelah masa training saya bisa bekerja sebagai PR.

Prasangka. Prediksi. Semuanya berbaur dalam ketidaktahuan, ketidakpastian.

pride +prejudice
pict from here


Keep Spirit!

ANNESYA

Tuesday, May 8, 2012

KOREAN MOVIE: BLIND

copyright BLIND


Min Soo-Ah (Kim Ha-Neul) adalah calon polisi wanita yang sangat potensial sampai kemudian ia kehilangan penglihatannya dalam sebuah kecelakaan. Ia buta permanen. Kendati kemampuan analisisnya tajam, ia tidak lagi diterima di akademi. Sebab dalam kecelakaan tersebut saudara laki-laki turut terbunuh sementara ia yang mengemudi.

Suatu malam Min Soo-Ah menjadi saksi mata korban tabrak lari. Ia melaporkan pada kepolisian tapi tidak ada yang mempercayainya karena ia buta. Detektif Jo (Jo Hie-Bong) adalah satu-satunya yang percaya dan mengusut kasus ini. Ia menemukan bahwa kasus ini berhubungan dengan penculikan berantai terhadap gadis-gadis muda cantik.

Saksi mata bertambah dengan hadirnya Kwon Ki-Sub (diperankan oleh si imut Yoo Seung-Ho). Pengusutan semakin mengarah melalui mobil yang dikendarai si pembunuh, Yang Young-Jo (Myung-Jin). Young-Jo merupakan dokter yang sebelumnya pernah memperkosa pasiennya dan kini menjalankan klinik aborsi. Lelaki psikopat ini kemudian memburu Soo-ah dan Seung-Ho sampai mati.

sinematografinya juga bagus...
Pendapat saya pribadi, mulanya saya sangsi. Saya pikir ini pilem menye-menye biasa ala Korea dan saya kadung underestimate aja di awal film. Tapi kemudian ternyata film ini menyajikan genre yang berbeda dari kebanyakan Korean movies lainnya, thriller yang bikin saya tereak-tereak gemes. Garapan film ini halus, detail cukup diperhatikan. Seru. Tegang. Bikin gemes. Overall, saya acungi jempol buat sang Sutradara Ahn Sang-Hoon karena berhasil menyajikan thriller tanpa melepas dramatisasi khas ala Korea. Paduan yang PAS. Pantas film ini mendapat banyak pujian dari para kritikus film. Patut ditonton!

Salam Chibi-Chibiiiii,

Annesya

Monday, May 7, 2012

KOREAN MOVIE: A FROZEN FLOWER

Adalah sebuah kisah cinta segitiga dengan latar setting Dinasti Goryeo, Korea. Di bawah kekuasaan Dinasti Yuan, Jepang, Pangeran Goryeo dinikahkan dengan Putri dari dinasti Yuan. Tapi sang Raja tidak menyukai Putri cantik tersebut. Sebab sang raja cinta mati pada sang panglima Hong-Lim.

Apa? Apa? Apa?

Iya, boook, tuh raja homo. Inilah sisi menarik dari cerita ini adalah kisah percintaan katrastopik. Karena tidak memiliki putra Mahkota, Raja Goryeo meminta Panglima Hong-Lim  meniduri sang Ratu. Kerajaan Korea sedang dalam kondisi yang tidak stabil tanpa kehadiran putra mahkota. Yang tidak pernah diperhitungkan oleh Raja Goryeo adalah… bahwa kemudian Panglima Hong-Lim – yang sebelumnya tidak pernah mengenal wanita, sampai kemudian bertemu sang Ratu – jatuh cinta pada sang Ratu. Hong-lim dan Sang Ratu terus bertemu tanpa sepengetahuan Raja Goryeo. Ketika hubungan perselingkuhan mereka terungkap, pertumpahan darah tak terhindarkan lagi.

Pendapat saya pribadi, film ini plot-nya masih “lubang” dan banyak detail yang terlupakan, baik itu setting tempat maupun setting suasana. Dan para prajurit di sini pada mulus-mulus kaya pualam, lebih cocok jadi boiben ketimbang prajurit. Kendati demikian, film ini SANGAT entertaining.

PERINGATAN : Film ini mengandung scene tidak layak tayang untuk anak di bawah umur 21 tahun. FOR ONLY 21++

A+Frozen+Flower+wallpaper+05_1600.jpg (640×480)

A+Frozen+Flower+wallpaper+04_1600.jpg (640×480)

A+Frozen+Flower+wallpaper+03_1600.jpg (640×480)

A+Frozen+Flower+wallpaper+01_1600.jpg (640×480)
aduh si akang, poninya akang... boiben bangeeeet...














Annesya

Sunday, May 6, 2012

THE WOMAN IN BLACK

copyright the woman in black

Menceritakan tentang si Daniel Radclife (jadi siapa ya namanya, lupa <<< ga niat banget) yang kehilangan istrinya karena melahirkan. Semenjak itu Daniel tidak bisa lagi tersenyum.

Di suatu tempat (entah apa namanya?) terjadi banyak kematian anak-anak karena bunuh diri. Anak-anak itu melakukan hal-hal yang aneh seperti melompat dari ketinggian, menceburkan diri ke laut sampai meminum racun. So dark! Di saat yang sama, Harry Potter datang untuk berteriak LUMOS! Ngek!

Yah, intinya si Daniel ini mau jual rumah horror yang akses masuknya bisa tertutup air laut ketika pasang laut. Gile ya… kenape udah tahu horror gitu masih aja nekat mau jadi pialang tuh rumah. Mana laku, rumahnya horror pisan!

Di sana Daniel diteror bayangan wanita berbaju hitam. Ketika bayangan itu muncul, frekuensi kematian anak-anak di daerah tersebut pun bertambah tinggi. Intinya, si Harry Potter ini mencaritahu apa yang terjadi pada Wanita berbaju hitam ini dan juga melawan ketakutannya sendiri pada bayangan.

Di dunia maya, saya dengar pujian tentang film ini. Namun pada kenyataannya saya masih menganggap akting Daniel Radclife kurang oke, biarpun mukanya cocok banget didandanin jadul. Cerita film ini juga klise, mengingatkan pada THE RING. Oh well, saya tunggu akting Daniel di film selanjutnya, katanya dia berperan jadi penyair yang kebetulan.. homo. 


Yuk cint… capcus…!


AnnesyaImmyutzCellaluwhhh  

Saturday, May 5, 2012

DRAMA KOREA: CITY HUNTER

random Google

Pada tahun 1983, Korut menyarang Korsel. Lima petinggi besar Korsel memutuskan untuk melakukan serangan balasan ke Korut. Namun di tengah proses penyerangan, presiden Korsel menolak, dan operasi pembersihan terpaksa dilakukan. Dua puluh satu tentara republik Korsel meninggal di Laut Nampo dibunuh oleh bangsa mereka sendiri. Satu orang selamat, bernama Jin Pyo.

Lee Yoon Seung (diperankan oleh Lee Min Ho) adalah anak dari salah satu tentara yang terbunuh di laut Nampo. Dibesarkan oleh Jin Pyo, Yoon Seung dididik sangat keras untuk menjadi pembunuh. Jin Pyo menyusun balas dendam paling kejam, ia mengendarai Yoon Seung untuk memburu kelima petinggi yang menyebabkan 20 temannya meninggal dikhianati bangsa sendiri.

ini nih, kalo ga ada giniannya, cewe-cewe mana semangat kan ya?
Cerita ini berdasarkan manga yang diciptakan Tsukasa Hojo dengan judul CITY HUNTER. Kalau Anda pecinta action-drama, CITY HUNTER adalah pilihan yang tepat. Anda akan menemukan adegan action sekaligus drama percintaan ala Korea dalam satu paket komplet.
 
Terlepas dari isi cerita yang memiliki banyak “lubang” di sana-sini (Salah satunya ya, pas Akang Lee Min Ho tertembak oleh Kim Nana – cewek lakon di pilem ini – masa diobatin sama dokter hewan pake dosis setara anjing besar?), cerita dan karakter dalam drama Korea ini cukup menarik sampai membuat saya penasaran dan terus nonton sampai akhir. Kalau yang bikin cerita orang Jepang emang gitu, plot-nya jadi “matang”.

Oh ya, drama ini pernah diputer di INDOSIAR tapi waktu itu saya sibuk dan ga bisa nonton.

Cium Kiss Bye!

Annesya

Friday, May 4, 2012

SERIAL SUPERNOVA: PARTIKEL

kover buku PARTIKEL


Zarah dibesarkan dengan cara yang tidak biasa oleh ayahnya. Meski besar di lingkungan agamis, Zarah lebih terpengaruh pada cara berpikir ayahnya. Bagi Zarah, ayahnya adalah Dewa. Maka ketika ayahnya menghilang, Zarah kehilangan “rumah”.

Berbekal jurnal yang ditinggalkan ayahnya dan kamera Nikon yang dikirim oleh orang misterius, Zarah mencari ayahnya. Bukit Jambul, Borneo Kalimantan, London, Afrika, untuk kemudian kembali ke “dalam”. Ia bertemu dengan petunjuk terakhir melalui perjalanan innerspace. Bahwasanya manusia hanya bagian kecil dari semesta dan tubuh adalah “pesawat” yang akan mengantarkan manusia pada semesta tak terbatas.

Menurut pendapat pribadi saya, PARTIKEL tidak sebegitu semenarik serial supernova lainnya (Buku I, II, dan III – yang tidak diragukan lagi “ledakannya”). Seandainya ketiga buku sebelumnya tidak menimbulkan efek adiktif, saya rasa saya tidak ada “rasa” pada serial ini. Dua ratus halaman pertama saya merasa sedikit bosan. “Jiwanya” muncul pada pertengahan. Overall, ini bukan bacaan yang buruk, saya sama sekali tidak menyesal membacanya kok…

Tapi.. entah mengapa saya merasa pilihan kata di serial Partikel ini tidak sebombastis serial-serial sebelumnya. Adakah yang sependapat? Atau ada yang berpendapat lain?

Oh ya bedewe, ada yang merasa kehilangan halaman yang ditulis oleh SRUDOOKS? Saya merasa SANGAT SANGAT kehilangan. Saya fans berat mereka. Saya selalu baca tulisan mereka terlebih dulu sebelum baca Supernova. Hahaha... mungkin karena SUPERNOVA kini sudah tidak diterbitkan oleh Truedee? Yep, penerbit SUPERNOVA kini adalah BENTANG.

Salam cintaaaahhhh,

Annesya

Wednesday, May 2, 2012

H-8

saya mencari keberuntungan! kudu beruntung!
kan udah lama, bayar "sial"-nya... hahaha...
pict from VisualizeUs


Begitu banyak yang ingin saya lakukan sebelum saya pergi. Tapi rasanya tidak akan pernah cukup. Begitu banyak yang harus saya selesaikan sebelum saya pergi. Tapi rasanya tidak akan pernah selesai.

Butuh waktu untuk mempersiapkan diri, tapi rasanya saya tidak akan pernah siap.

“Gimana kalau kamu minta mundurkan jadwal?” teman saya menawarkan solusi.

Saya menggeleng. Karena jauh dalam lubuk hati, saya tahu saya tidak akan pernah siap. Waktu sepuluh hari bersiap atau sebulan sekali pun, saya tidak akan pernah siap.

Tanggal 10, hari Kamis, saya berangkat ke Indramayu. And that’s the way it is!

Follower