TENTANG SI CHIMER

Saturday, April 28, 2012

FALLING OUT OF FASHION: JILL DAN JILL

Sebuah cerita tentang bagaimana cara kerja perusahaan penerbitan beroperasi beserta intrik di dalamnya. Jill White menuangkan kepribadian uniknya ke dalam sebuah majalah yang diberinama JILL. Bagi Jill, JILL adalah anak yang dibesarkannya dengan keringat dan darah.

Sementara majalah-majalah kebanyakan membuat wanita merasa “berdosa” karena menjadi “jelek”, JILL melakukan sebaliknya. JILL membuat wanita mencintai dirinya apa adanya, tanpa harus menjadi kurus, cantik, dan fashionable. JILL tumbuh berkembang untuk pembaca cerdas dan kritis.

Berkembangnya Jill dan JILL, membuat perusahaan penerbitan raksasa, NESTROM, mencaploknya. Jill dan JILL dimanjakan dengan berbagai fasilitas mewah. Namun Jill membayar fase bulan madu itu. Liz dan Ellen, menggiring JILL menjadi “bukan JILL”. JILL menjadi mainstream. Klimaksnya, Jill terdepak dari JILL.

Pendapat personal saya, novel ini keren. Dunia pekerjaan emang kejam. Well, dari dulu emang hidup itu kejam. <<< curhat buuuk? Haha. Yang ingin bekerja di dunia penerbitan, this book would tell you the ugly truth!

kover novel

Oh ya, one for sure, penerjemahnya oke. Bahasanya jadi halus, saya sering banget lupa kalau lagi baca novel terjemahan. Nama penerjemahnya, Siska Yuanita. Kovernya juga bagus, keren, menggambarkan Jill banget. Pokoknya ga malu kalau bawa buku ini buat dibaca di luar rumah. Yang bikin kover namanya Martin Dima.

Karen Yampolsky, 2009, Gramedia Pustaka utama, 411 halaman.  

Friday, April 27, 2012

BLUE: SEDIH

Musim salju berlalu, musim semi datang, kita remuk redam.
Dalam kerinduan ini hati kita terluka.
Aku menyanyikan kesedihanku.
Aku mulai terbiasa dengan tangis, kesedihan.
Aku menyanyikan kesedihanku.
Cinta yang kuberi mengambang ke awan yang berarak.

Langit yang sama, tempat yang berbeda, kau dan aku.
Ini berbahaya, maka aku menjauh darimu.
Hanya satu kata dari kata « sayang », aku pengecut!
Aku bersembunyi karena aku buruk!
Sebuah perpisahaan yang kejam adalah takdir dari cinta.
Tak sepatah kata pun mampu menenangkan aku.
Mungkin tirai hidupku dari melodrama akhir kini mulai menutup.

Aku terlahir dan bertemu denganmu, dan aku mencintaimu sampai mati.
Hatiku membeku dan berubah menjadi kesedihan.
Kendatipun kututup mata, masih aku tak bisa merasakanmu.
Kurasa hatiku telah mati.
Perang berakhir dan kita membeku di sini.
Trauma terkubur dalam kepalaku.
Jika air mata ini akhirnya mengering, aku akan mengingatmu sembari menangis, cintaku.

Aku tidak sendirian atau kesakitan.
Kebahagiaan hanya berbicara sendiri,
Aku tak mampu bertahan lebih dari ini.
Tidak masalah, tidak apa-apa.
Pengembaraan tak terelakkan, orang-orang datang dan pergi.
Malam ini aku akan tidur sendirian di bawah sinar biru rembulan.
Sebagaimana pengembaraanku mencarimu untukku menyanyikan lagu ini.
(Blue-BigBang, lagu ditranslasikan dalam bahasa Indonesia oleh Annesya)

Hai hai hai… apalah artinya hidup tanpa GALAU. Yuk karaokean lagunya BIG BANG. Di atas adalah lirik yang saya translasikan sendiri dalam bahasa Indonesia. Berikut saya kasih video klip galau dan lirik asli dalam bahasa Korea. Selamat datang dalam dunia SUPER GALAUWW AW AW AWWW!!! *evil laugh*



Gyeouri gago bomi chajaojyo urin sideulgo
Geurium soge mami meongdeureotjyo
(Im singing my blues)
Paran nunmure paran seulpeume gildeullyeojyeo
(I’m singing my blues)
Ddeungureume nallyeobonaen sarang oh oh
Gateun haneul dareun got neowana wiheomhanikka
Neoegeseo ddeonajuneun geoya
Nimiran geuljae jeomhana bigeobhajiman
Naega motna sumneun geoya
Janinhan ibyeoreun sarangui mallo
Geu eoddeon maldo wiro dwel suneun eobtdago
Ama nae insaengui majimak mello
Magi naeryeo-oneyo ije
Tae-eonaseo neol mannago jugeul mankeum saranghago
Parake muldeureo sirin nae maeum
Nuneul gamado neol neukkil su eobtjanha
Gyeouri gago bomi chajaojyo urin sideulgo
Geurium soge mami meongdeureotjyo
(I’m singing my blues)
Paran nunmure paran seulpeume gildeullyeojyeo
(I’m singing my blues)
Ddeungureume nallyeobonaen sarang oh oh
Simjangi meojeun geot man gata jeonjaengi ggeutnago
Geu gose eoreo buteun neowana
Nae meorissok saegyeojin trauma i nunmul mareumyeon
Chokchokhi gieokhari nae sarang
Gweropjido oeropjido anha haengbogeun da honjatmal
Geu isange bokjaphan geon mot chama
Daesurobji amureojido anha
Byeolsueobtneun banghwang saramdeureun watda ganda
Tae-eonaseo neol mannago jugeul mankeum saranghago
Parake muldeureo sirin nae maeum
Neoneun ddeonado nan geudaero itjanha
Gyeouri gago bomi chajaojyo urin sideulgo
Geurium soge mami meongdeureotjyo
Oneuldo paran jeo dalbicharae-e na hollo
Jami deulgetjyo
Ggumsogeseodo nan geudaereul chaja
Hemaeimyeo i noraereul bulleoyo
(I’m singing my blues)
Paran nunmure paran seulpeume gildeullyeojyeo
(I’m singing my blues)
Ddeungureume nallyeobonaen sarang oh oh
(I’m singing my blues)
Paran nunmure paran seulpeume gildeullyeojyeo
(I’m singing my blues)
Ddeungureume nallyeobonaen sarang oh oh

Apalah artinya hidup tanpa galau!!!!! Wokokoko...
Salam dan peluk,

Annesya

Thursday, April 26, 2012

MEMAKAN ANJING

Dulu waktu SMA, di dekat kos-kosan saya, ada tetangga yang baru pelihara anjing banyak sekali, sekitar 7 atau 8. Mereka dikurung di balik papan triplek. Siang dan malam terus menggonggong memekakkan telinga. Setiap saya dan teman-teman saya pulang sekolah mereka akan menyalak kencang sekali. Biarpun mereka ga keliatan tapi saya sudah ketakutan. Saya takut anjing.

Terus kemudian, entah apa yang terjadi, setiap jam 3 pagi anjing-anjing itu menggonggong aneh. Seperti ketakutan. Itu bukan gonggongan, itu lolongan. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dalam hitungan bulan, anjing-anjing itu jumlahnya makin berkurang. Dan akhirnya habis sama sekali.

“Dijual kali?” saya berkomentar.
“Wong baru aja beli 8 kok dijual?”
“Dimakan kali? Iya. Dipelihara buat dimakan!” teman saya lainnya menyahut.
Lainnya menimpali, “Mereka (tetangga kosan kami) non-muslim, anjing ga haram buat dimakan. Bisa aja itu tiap jam 3 malam tuh anjing dieksekusi. Hiii!”
“Iya juga. Di Manado, anjing itu termasuk makanan yang biasa dimakan,” saya ikut-ikut ngeri.

Biarpun saya takut anjing, saya ga suka membayangkan ketika anjing-anjing itu harus dimakan. Entahlah. Itu aneh. Rasanya anjing itu terlalu “bersahabat” untuk dimakan. Menurut teman-teman bagaimana? Teman-teman ada yang sudah pernah makan daging anjing? *serem sendiri*

Auh, suatu saat saya pengen pelihara anjing. Mereka so cuuuuteeeeeee...!!!!

saya membayangkan kalau saya pelihara anjing,
saya bakal sering basuh 7 air doooong...
pict from VisualizeUs

Salam,
Annesya 

Tuesday, April 24, 2012

I DON’T KNOW HOW SHE DOES IT (SIBUK BERAT)



Adalah novel tentang dilematis seorang ibu pekerja. Kate Reddy adalah ibu pekerja yang mati-matian menjadi pialang saham untuk membiayai kebutuhan ekonomi keluarganya. Suaminya, Richard, meskipun berusaha membantu mengisi “kekosongan” dalam keluarga, tidak mampu sepenuhnya mengisi. Kate menemukan banyak “kesalahan” ketika ia tidak ada di rumah. Ia tidak pernah bisa mengandalkan suaminya dan babysitter-nya yang tukang bolos.

Kate Reddy sibuk memerintah dan mengatur segalanya baik-baik saja. Hanya saja ia belakangan menyadari (melalui kematian teman baiknya, Jill) bahwasanya ia melewatkan masa-masa berharga bersama anak-anaknya. Ia membayar seorang babysitter untuk menggantikan posisinya dan bersenda gurau dengan anak-anaknya.

Seorang ayah yang tidak berguna dan hanya mendatanginya hanya kalau meminta sejumlah uang. Suaminya, Richard, akhirnya menyerah dan pergi. Anak bungsunya, Ben, tersandung karpet dan terbentur. Kekasih dunia mayanya, Jack, yang mencintainya sepenuh hati. Sebuah misi untuk mendepak seorang laki-laki brengsek dari perusahaan.

Akankah Kate berhasil keluar dari kemelut ini?

I Don’t Know How She Does It pernah difilmkan tahun 2011, walau saya belum pernah melihatnya. Buku ini akan memberitahumu bagaimana kau melakukannya!

Pendapat saya pribadi, buku ini K-E-R-E-N!

Salam Tralala Trililiiiiii,
Annesya

Saturday, April 21, 2012

JULIET/ AKU BAKAL MATI DENGAN CARA YANG SANGAT MENGERIKAN

from VisualizeUs



Aku terbangun. Dalam sebuah ruang kedap pengap tanpa cahaya. Dingin. Sekujur tubuhku rasanya membeku. Aku mencoba bangkit, tapi ada yang menahan tubuhku untuk tetap berbaring. Ruangan ini terlalu sempit untuk aku bangkit. Aku hanya bisa melongok sedikit ke ujung kakiku. Mataku mulai terbiasa dalam gelap. Aku bisa melihat sekujur tubuhku tidak pakai sehelai kainpun. Pantas. Dingin sekali. Ruang ini sempit. Pengap sekali. Aku menggebrak kayu di hadapanku. Menjerit. Menendang. Memberontak. Tak seorangpun membalasnya. Tak seorangpun mendengarnya. Aku tersengal. Kehabisan udara.

Sebentar… aku berbaring? Oh ya, aku meminum ramuan dari Pastur, mereka pikir aku mati. Ruang ini begitu sempit? Di mana aku? Peti mati??? Dan… di mana Romeo???

Aku menoleh, ternyata Romeo berbaring di sebelahku! Tunggu! Dia pucat. Waduh! Aku menendang kakinya, dia diam saja. Romeo sudah dingin dan kaku. Waduh! Kenapa efek ramuan yang kuminum tidak bisa berakhir sedikit lebih lama??? Kenapa aku harus melalui ini semua??? Kenapa aku tidak tertidur lebih lama? Waduuuuuuh!!! 

***

Akhir akhir ini tulisan saya lagi horror. Yang cabar eeaa kaka bacanya... *dua tangan di bawah dagu*

Chibi chibi chibi ha ha haaaaakkk!!!!,

Anesya

Friday, April 20, 2012

RUMAH

Sudah berapa lama sejak saya merasa tidak memiliki kata itu? Rasanya asing. Rasanya aneh ketika mengucapkannya. Sudah berapa lama sejak kata itu menjadi momok yang mengerikan? Rasanya ingin mengasingkan diri. Mengilang selamanya. Sudah berapa lama sejak kata itu diperkenalkan namun tak sekalipun saya rasakan? Ada. Nyata.

Semangat saya naik turun seperti manusia pada umumnya. Saya bisa berjuang sangat keras, dan saya bisa terjerembab dengan sama kerasnya. Ironisnya semangat saya luruh ketika berada di… “rumah”.

solitary / bluidea
pict from here

Thursday, April 19, 2012

SENYUM 7 JARI

Beberapa hari yang lalu, kakak kelas saya mengadakan pengajian di rumahnya. Saya diundang. Pengajian bersahaja yang dihelat atas kepergian kakak kelas saya tersebut keluar Jawa, Kalimantan, untuk bekerja di salah satu perusahaan perminyakan.

Mbak kiki namanya. Dia bilang bosnya orang Korea. Kami bercanda, bahwa di sana dia bisa K-pop-an dan nyetel Suju. Mbak Kiki ketawa, dia selalu menyebut-nyebut bosnya dengan sebutan Boyband. Kami jadi ketawa terbahak-bahak.

Setelah pengajian selesai, kami bantu beberes dan makan-makan. Yaelah berantakan lagi jadinya! Kita cerita ngalur ngidul ga jelas juntrungnya. Mulai dari calon bosnya mbak Kiki sampai dengan Farah Quin. Malam itu, entah kenapa, saya merasa bahagia. Kalian tahu, bahagia yang muncul ketika melihat orang lain bahagia? Seperti itulah yang saya rasakan malam itu…

Beberapa hari di Kintap, Kalimantan, mbak Kiki mengabari kondisinya nyaman di sana. Entah kenapa saya bahagia lagi. Rasanya senang melihat perjuangan seseorang berbuah manis di belakang. Mbak Kiki sudah setahun jadi jobseeker, akhirnya dia dapat kerja yang baik. Senangnya…

Semoga mbak Kiki betah di sana dan pulang dengan mobil sepuluh! Hahahaha...
Eh, dan semoga semua anak-anak dalam foto ini (yang belum lulus), segera lulus!
Yang (sudah lulus) dapat pekerjaan yang diidam-idamkan.
Tolong dengar doa Baim ya Allah... 
Hahahaha...

setelah saya pikir2, ini semua angkatan 2007
cuma saya satu2nya yang angkatan 2008. hahaha

Saya dan Harry Jamal yang sedang diskusi psikotes
Harry ini selalu ceria dan bikin saya bertanya2 makannya apa ya?

senyum 7 JARI ciptaan Harry Jamal untuk Kaka Kiki
Salam hangat,
Annesya

Eh btw saya ngilangin tanda tangan saya yang biasa, soalnya sama Avast terdeteksi sebagai malware. Mungkin karena program gratisan kali ya? Hahahaha

Tuesday, April 17, 2012

KENAPA TUHAN?

Setelah saya ingat-ingat, belum ada satu bulan saya jadi jobseeker. Masih dua minggu. Dan rasanya sudah berbulan-bulan. Mungkin karena banyaknya panggilan kerja yang saya jalani. Atau mungkin besarnya tekanan yang diberikan keluarga terhadap saya.

Orang bijak bilang, Tuhan tidak pernah memberikan ujian lebih besar dari kemampuan manusia tersebut. Kalau benar demikian, cobaan-cobaan yang saya lalui saat ini adalah cobaan yang mampu saya lewati. Seharusnya…

pict from here

Tapi selalu saja terbesit tanya, sampai sejauh mana Tuhan menginginkan saya menjadi kuat?
Tidak bisakah berhenti sejenak dan membiarkan saya menikmati hidup?
Tidak bisakah saya mendapat kesempatan sebesar yang Tuhan berikan pada kebanyakan orang?
Tidak bisakah saya menjadi lemah barang sejenak?
Tidak bisakah saya melakukan kesalahan barang sekali dua kali?
Kenapa saya tidak diizinkan melakukan itu?
Kenapa saya tidak bisa menjadi seperti yang lainnya?
Kenapa saya harus terus berhati-hati dalam hidup saya?
Kenapa Tuhan?

Monday, April 16, 2012

SELFNOTE PALING PENTING SEMUKA BUMI

Kemarin sore saya jalan-jalan di taman bungkul bersama teman saya, Renny. Saya bilang saya pengen ke suatu tempat terbuka yang bisa lihat langit, baca buku, dan minum kopi. Renny yang sebelumnya ngajak makan steak atau paling gak McD jadi putar otak. Akhirnya ide baca buku di taman bungkul terlaksana. Jalan-jalan hemat biaya dan gratis.

Saya bawa novel, roti, snack ball, sama kopi dalam wadah anti tumpah. Di sana kita baca-baca buku sambil ngowoh ga jelas. Kalau capek baca, jalan-jalan di atas batu pijat refleksi yang sakit minta ampun?

“What do you feel?” Renny yang ogah jalan di atas batu, menanyai saya.
“It feels good…,” saya melanjutkan, “when it stops!”

Renny ketawa. Dan saya melampiaskan hobi masokis saya dengan berjalan di atas batu-batu. Dua cewek bening jalan-jalan di taman bungkul emang bikin banyak orang ngeliatin. Fiuh mau gimana lagi, mungkin mereka pikir kami ini artis ftv. Ngok!

Sebelnya, kenapa yang senyam senyumin kita adalah anak alay setingkat SMA dan maba? Mungkin mereka pikir saya dan teman saya ini anak SMA? Karena muka kami yang unyu-unyu kaya penyu. Yah… mungkin lain kali kudu pake make up ondel-ondel biar dilirik dengan target yang sesuai usia (oom-oom ganteng berduit banyak). <<< selfnote paling penting semuka bumi.


saya cupu sekali lagi dipoto Renny dg htc terbarunya.
ah, hp saya masih nokia 6600 kaka... *mewek*

Salam salabimbom,

Sunday, April 15, 2012

PULANG...

Pagi itu udara terik menyengat, coca cola dingin mungkin lebih nikmat, tapi saya memilih menu sarapan McD dengan kopi panas yang rasanya tidak enak. Saya datang tepat ketika keranjang jenazah dijalankan keluar rumah. Saya masih bisa melihat kafan putih dari balik penutup hijau dan guling di dua sisinya.

Saya mengikuti di barisan paling belakang, setelah yakin mami saya ikut dalam iring-iringan yang mengantarkan jenazah eyang saya. Ketika pemakaman dilaksanakan, saya masih berdiri saja dengan diam. Di bagian terluar pemakaman, berdiri dengan mata kosong menerawang. Renny, yang menemani saya, bercerita ini-itu (Renny sangat suka bercerita) namun tak satupun dari ceritanya yang terdengar. Saya tidak tahu apa yang saya pikirkan ataupun yang saya rasakan. Kosong.

Saya memilih di bagian terluar makam, melihat jenazah diturunkan dari kejauhan. Sementara phasmina menutupi kepala dan segelas kopi pahit di tangan kanan saya. Saya melihat segalanya dari kejauhan. Orang-orang yang sebagian besar tidak saya kenali. Entah siapa. Sepertinya warga sekitar yang penasaran ikut mengerubung. Anak-anak kecil dari daerah sekitar yang penasaran datang berkunjung.

Prosesi pemakaman menghabiskan sekiranya setengah jam. Selama itu saya tetap menunggu di bagian terluar areal pemakaman. Satu persatu mereka pergi. Tak satupun mengenali wajah saya. Saya memutuskan untuk datang ketika hanya tinggal keluarga inti di pemakaman. Saya mendekati mami dan adek laki-laki saya dengan kepala menunduk. Mami saya (seperti biasa) menyuruh saya duduk di dekat makam. Saya tidak mengerti tapi saya lakukan saja.

Adek laki-laki saya pastinya juga tidak mengerti tapi toh dia menurut saja ketika disuruh mami saya membawa dua guling yang sebelumnya digunakan sebagai pengganjal di kedua sisi jenazah. Kami adalah dua anak yang tidak mengerti. Bagi saya, ini adalah semacam absensi. Semacam, saya hadir!, ketika guru memanggil nama saya sebelum kelas di mulai.

Saya menggandeng pulang mami saya yang berkerudung putih dengan bunga abu-abu, mengenakan kaca mata hitam. Saya tanya, mami sudah makan?, mami saya jawab belum. Saya bilang, mami harus makan. Mami saya menjawab, mami akan terus berada di rumah eyang selama beberapa hari. Saya tidak lagi bicara apapun. Menunduk. Tidak tahu harus menanggapi seperti apa.

Sampai di rumah duka. Sudah banyak yang tidak mengenali wajah saya. Saya suka ekspresi seperti itu. Ekspresi bertanya-tanya yang mengundang, “itu siapa?” Lalu mereka akan “oh” karena lupa siapa saya. Itu ekspresi yang terlihat sangat bloon. Tak rentang 30menit, saya pamit pulang. Menyalami satu persatu pihak keluarga, yang kenal-dan-tidak-mengenali-saya. Saya pulang saat itu juga. Kewajiban saya, tunai. Waktunya pulang...

pict from VisualizeUs

Friday, April 13, 2012

BERITA TERKINI

Eyang putri yang saya cerita di SINI malam ini meninggal dunia. Besok saya akan sibuk menyiapkan pemakaman. 

Sedang berpikir, seandainya surga dan neraka itu tidak ada, kira-kira ke mana seluruh kehidupan ini akan bermuara? Mungkinkah surga dan neraka itu sebenarnya adalah “kelahiran kembali ke dunia”? Semacam reinkarnasi? Dan di sanalah tindakan baik dan buruk kita akan terbalaskan?

Photo of a road sign containing heaven and hell
pict from here
Yang sedang sibuk cari baju duka buat besok, 

Thursday, April 12, 2012

ADA RASA YANG PERLU DIREKAM

Jangan bicara terlalu banyak.
Karena kata-kata adalah penjara.
Membungkam rasa.
Mematikan indra.

Jangan melihat terlalu banyak.
Karena mata itu menipu.
Mengelabuhi.
Memanipulasi hati.

Jangan mendengar terlalu banyak.
Karena telinga sering salah.
Suara dan distraksi mengancam.

Peluk. Dekap. Rasakanlah.
Letakkan otakmu, hentikan ia dari kinerjanya.
Ada rasa yang perlu direkam.  




Tuesday, April 10, 2012

IBU

Ibu selalu menunggu kepulanganku dari kantor. Kadang walau lembur sekalipun ibu tetap menunggu. Ia tidak akan menyentuh makan malamnya sampai aku datang. Ia tidak mempedulikan perutnya yang lapar. Ibu… sangat menyayangiku.

Malam ini aku bilang aku pulang malam. Rapat. Lembur. Yang sebenarnya adalah bohong karena ini malam minggu. Aku harus datang ke rumah Erina. Dia kekasihku. Tapi ibu tidak suka dengannya. Ibu bilang ibu akan bunuh diri kalau aku sampai menikahi Erina.

Setelah mengantar Erina pulang, aku mengendarai mobilku dengan hati suram. Aku ingin tidak pulang. Tapi kalau aku tidak pulang, ibu tidak akan makan. Dan itu sungguh terjadi ketika aku ada pekerjaan di luar kota selama tiga hari. Ibu menolak makan, ibu terkapar di kasurnya. Bi Inem tidak berdaya membujuk ibuku. Ibu sampai harus dilarikan ke rumah sakit.

Dokter bilang ibu harus selalu kuperhatikan. Harus selalu kuturuti kemauannya. Apapun yang ia mau harus kuberikan. Sebab kalau tidak, ibu akan melakukan hal-hal nekat. Ancamannya tidak pernah serupa gertak sambal. Kepergian ayah sama sekali tidak merubah kebiasaan ibu; untuk menunggu ayah pulang dan untuk memaksa ayah tidur di rumah. Ibu menolak untuk menerima kepergian ayah setahun yang lalu. Dalam dunia ibu, ayah masih hidup.

Aku pulang. Ibu menymbutku dengan gembira. Ia memelukku dan mencium keningku. Dia mengajakku makan malam bersama. Kemudian ibu mengusir bi Inem pergi. Ibu tersenyum padaku. Perasaanku tidak enak.

“Malam ini, tidur denganku kan?” Ibu tersenyum genit.

Aku menelan ludah.

“Kalau enggak, aku bakal memusukkan pisau ke dadaku!” ibu mengancam. Pisau yang sebelumnya digunakan untuk memotong daging kini tepat di depan dadanya.

Aku mengangguk. Kaku. Seperti robot.

“Suamiku yang baik! Aku mencintaimu!”

Dalam dunia ibu, ayah tidak pernah mati. Dalam dunia ibu, ayah itu… AKU.

pict from VisualizeUs

***


Monday, April 9, 2012

DOMPET ANAK KOS

Aku baru saja kecopetan! Dompetku hilang! Ya, dompetku satu-satunya hilang! Aku berjalan ke pasar, aku pikir aku akan belanja untuk makan hari ini. Tapi punah sudah pemikiran itu ketika seorang laki-laki mengambil dompetku di saku belakang celanaku. Bagaimana mungkin aku bisa tahu pencopetnya adalah laki-laki? Sebab ada laki-laki mencurigakan yang berjalan di belakangku tadi.

“Cepat sekali udah pulang, emang belanja apa di pasar?“ Martha teman sekosanku bertanya curiga.
Aku tertawa. Miris. “Ga sempet belanja, kecopetan!“
Teman kosanku itu kaget. “Aku laporin polisi ya!“

Haha, palingan dia cuma bakal telepon cowoknya yang polisi itu. Aku nggak percaya polisi. Kalau polisi benar-benar bisa diandalkan, buat apa semua orang kaya menyewa satpam untuk menjaga harta mereka? Itu harusnya kan tugas polisi. Kita bayar pajak supaya polisi-polisi itu menjaga keamanan kita.

Aku menggeleng dan masuk kamar. Sambil telentang, aku membayangkan apa yang barusan aku hilangkan. Ada KTP, KTM, ATM, STNK, SIM, dan berbagai kartu keanggotaan lainnya. Hah, pasti habis ratusan ribu untuk membuat kartu-kartu itu lagi. Menyebalkan. Belum lagi mengurus surat kehilangan di kantor kepolisian, ngurus ini itu, masalah birokrasi yang ruwet. Menambah ruwet hidupku.
Rupanya aku jatuh tertidur. Dua jam lebih aku baru bangun ketika seseorang mengetuk pintu kamarku.

“Ci! Ci! Ci! Bangun!” suara Martha.
Aku buka pintu, mengucek mataku. Dia menyodorkan sesuatu. Dompetku!
“Loh! Kok bisa di kamu!“
“Gatau. Ada di depan pintu kos tuh waktu aku keluar!“

Cepat-cepat aku buka dompetku dan mengecek isinya. Kartu-kartu itu masih lengkap. Tapi ada yang janggal. Ada uang 5 ribu yang bukan milikku. Seingatku uangku tinggal 3 ribu. Aku niat beli tempe di pasar tadi pagi. Lalu ada selembar kertas. Aku buka.

Mbak, aku kasian sama kamu. Lagi bokek ya mbak. Ini saya tambahin 5000. Lumayan buat makan sampe dapat kiriman dari rumah.

Kerongkonganku tercekat. Bingung antara mau bahagia apa pengen nyobek-nyobek ini kertas. Di depanku, Martha tertawa terbahak-bahak. Sial, si Martha kampret ini pasti udah buka-buka dompetku!!!

new lady short cute girl bag clutch Wallet Purse gift  eBay
pict from here
 ***

Tiba-tiba saya iseng meng-FIKSI-kan pengalaman salah seorang teman saya.


Saturday, April 7, 2012

SO REAL/ SURREAL: Ide bagus, bekal kurang

So Real/Surreal
cover buku

Nugroho Nurarifin
softcover176 pages
Published 2008 by GPU

Novel ini seharusnya bisa lebih bagus lagi kalau ditulis dengan matang. Ide bagus dengan bekal yang kurang. Itu yang saya pahami dari novel ini. Seandainya dituliskan dengan penjelasan ilmiah atau psikologis. Seandainya penulisan bisa lebih konsisten untuk membentuk setting suasana yang memadai. Yang bisa membuat pembaca merasa sedih kala cerita sedih, yang bisa membuat pembaca bahagia kala cerita bahagia. Seandainya-seandainya. Saya berharap lebih pada novel ini.

Tentang empat orang yang menjalani hidup mereka antara nyata- tak nyata. Itu idenya. Sayangnya ide tersebut tidak tersampaikan dengan baik. Sampai akhir bacaan pembaca cuma bisa ngowoh, ga ngerti apa yang sebenarnya ingin disampaikan sang penulisnya. Walaupun gaya penulisan dan penyampaian cerita bagus, sehingga bisa cepat menyelesaikan cerita ini, di akhir cerita berasa kopong. Kopong ngowong-ngowong. Ga ada twist. Sambil mikir, apa ya gunanya saya baca cerita ini?

Saya suka cerita dengan ending nggantung tapi ya bukan ending ngawang-ngawang kaya cerita ini. Ngawaaaaang ngawaaaaaang di awang awaaaaaaaang…

*memadang langit-langit kamar* *muka bego*


Friday, April 6, 2012

MENGEJA ASA

anak itik mencari kerja, haha
pict from VisualizeUs


Beberapa hari yang lalu saya ditelpon oleh pihak Agromedia bahwasanya lamaran saya sebagai editor fulltime di penerbit Gagasmedia diterima dan saya diharapkan mengikuti tes di Jakarta. Hm… penulis mana yang ga tahu apa itu Gagasmedia? Begitu tahu ada lowongan editor, saya jelas berminat mendaftar.

Sayangnya, ketika saya mengirimkan lamaran, saya pikir tes bisa dilakukan di kantor cabang Surabaya. Ternyata tidak. Mereka ingin melakukan tes (berulang kali, lebih dari sekali) di Jakarta dengan alasan akan ditempatkan di Jakarta Selatan. Sebenarnya saya tidak keberatan dengan penempatan di Jakarta, saya cuma ga ada biaya kalau harus bolak balik ke Jakarta-Surabaya. Sementara belum tentu diterima, bisa saja saya gagal dalam tes kan? Seandainya ini tes tahap akhir, pasti saya bela-belain ke Jakarta.

Teman saya yang sama-sama penulis, antusias dengan panggilan ini. Dia bilang akan melakukan apa saja untuk bisa jadi editor di sana. Dia bilang akan mempertaruhkan apapun. Saya tertawa sambil bilang: sayang banget, mas, udah aku tolak tuh. Habisnya jauh banget dan tesnya bisa lebih dari sekali. Di sana nanti saya tinggal di mana? Di rumah kardus? Makan apa? Tiket pesawat juga mahal?

Teman saya itu adalah orang yang mendedikasikan hidupnya pada dunia tulis menulis. Sedangkan saya adalah orang yang mendedikasikan hidupnya pada tanggung jawab yang harus saya emban. Saya kecewa dengan diri saya sendiri, terus terang, karena harus menolak tawaran itu. Tepat pada hari tes, saya memutuskan untuk mencari kesibukan, masak-masak ga jelas di rumah teman bareng jobseeker lainnya. Untungnya saya memang sudah terlalu sering dikecewakan hidup. Jadi ya sudah, ikhlaskan, mungkin itu bukan jalan saya.

Ikhlas itu berkah. Amin ya Allah…

Cium dan peluk dari

Thursday, April 5, 2012

1 APRIL: BIARKAN FOTO BERBICARA

amgkatan HI 2008 yang luar biasa :D

wisudawan HI 2008 kloter pertama :D

my sissy and my mommy, thanks for everything :D

with my friends :D

Bagi saya, lulus kuliah HANYA 3,5 tahun itu cuma satu: bahagia dan lega! *Eh, dua deng...

Salam dan peluk,

Monday, April 2, 2012

SATU TAHUN MENGARUNGI HIDUP

Priiiiiiiit priiiiiiiiiiiiit! DUAR DUAR!!! Horeeee!!!!!
Ada yang tahu sekarang, 3 APRIL, adalah hari apa????
Apah?! April mop??? Tanggal satu kaleeeeee…

Tanggal 3 APRIL adalah tanggal lahirnya HEARTCHIME. Which is mean… HEARTCHIME resmi berusia 1 tahun. Utuk utuk, lagi belajar jalan nih. Semoga bisa jalan terus ya, tumbuh menjadi anak yang sehat, remaja yang cantik, dan wanita dewasa yang tangguh. Heaaaaahhh *angkatbarbel*

So, untuk merayakan hari ini saya akan bagi-bagi duit AWARD!

Award yang pertama adalah bagi mereka dengan komentar paling rame di blog ini. Penilaian berdasarkan apa yang saya pajang di pojok kanan atas. Saya sengaja memasang widget itu beberapa hari terakhir ini, untuk menghitung komentar sampai dengan hari ini. Sepuluh Chimer teroke abad ini adalah…

2. Enno
4. Asop
9. [L]ain

Terima kasih karena sering mengunjungi blog ini dan terpapar oleh gerundelan saya. I owe you a lot *kiss*. Ini AWARD buat kalian, silahkan dibawa pulang dan dipajang di rumah hati kalian masing-masing. Award ini juga bisa kalian jadikan award berantai, kalian bisa pakai ini buat mereka yang sering banget komentar di blog kamu.



Kemudian the special AWARD, jatuh pada lima teman saya. AWARD ini cuma ada di HEARTCHIME. Award yang sangat mempesonah.


Ketika membuka STATS blog ALL TIME. Saya menemukan link kalian sebagai reffering URL teratas blog saya, kalian memang SEKSI MANDRAGUNA. Please, take this award for you… *bigsmile*


Well, segitu saja, singkat, padat, dan cepat. Saya ucapkan terima kasih. Ini hanya sekedar ucapan terima kasih karena sudah menjadi teman yang baik di rumah hati saya ini. HEARTCHIME.

Salam hangat,

Follower