TENTANG SI CHIMER

Thursday, April 28, 2011

SHOLAT YANG PENTING ATAU YANG PENTING SHOLAT?



Dan ini hanyalah sebuah self note untuk diri saya sendiri yang akhir-akhir ini lalai mengerjakan kewajibannya sebagai umat muslim, Shalat lima waktu.

Bukan, bagi saya shalat bukan kewajiban. Shalat adalah sebuah kebutuhan! Pada taraf yang lebih tinggi, shalat semacam kencan maharomantis dengan sang Pencipta.

Saya mungkin masih mencapai taraf sedang, level pertengahan, shalat sebagai kebutuhan. Bukan berarti saya tidak berniat ke taraf selanjutnya – shalat sebagai bentuk cinta – hanya saja saya memang belum sampai sana. Jadi harus jujur… (setidaknya pada self note sendiri lah)



Semenjak kuliah, saya jadi sering begadang. Apalagi karena tugas jurnal yang tidak mengenal belas kasihan. Saya harus melek sampai jam 2 pagi dan tidak jarang pula sampai tidak tidur semalaman.

Selama tugas kuliah membludak, saya jadi jarang shalat Tahajud dan shalat Hajat. Padahal dulu, waktu SMA, dua shalat itu tidak pernah saya tinggalkan. Sudah menjadi sebuah kebiasaan saya membuka mata pada pukul 3 pagi, mandi, mengambil wudhu, dan shalat.

Tapi karena saya begadang terus, manalah bisa saya shalat Tahajud? Gimana bisa saya menjalankan sunnah bangun di tengah tidur lalu shalat sementara saya saja belum tidur sama sekali dari semalam?

Shalat Tahajud dan Hajat saya pun terlewat begitu saja pada semester-semester tersebut.

Wing… bagaikan debu ditiup angin… babay…

Tapi itu dulu, semester 2, 3, 4, dan 5. Menginjak semester 6 tugas mulai menunjukkan periketugasannya.
Tapi apakah saya jadi memperbaiki amalan shalat saya?

Wah, ada godaan baru nih…

Di kosan yang baru, kamar saya teramat amat sangat kecil sekali sampai dipakai shalat pun tidak cukup. Saya harus menumpang di kamar teman setiap mau melaksanakan shalat 5 waktu. Kadang harus gedor kamar Ochi, kadang kamar Kusniah, dan kadang kamar Renny. 

Saya jadi fakir tempat shalat…

Dan karena menumpang di kamar teman, shalat pun jadi tidak khusyuk. Saya kepikiran buat cepat-cepat menunaikan shalat sebelum teman yang saya tumpangi kamarnya merasa tidak nyaman dengan keberadaan saya. Alhasil, shalat saya ngebut dan di akhir shalat tidak sempat berdzikir. Apalagi baca Al Quran.
Shalat kok berasa kaya syuting film Too Fast Too Furious…

Mau shalat malam juga… plonga plongo ga ada tempat. Masa jam 3 malam saya gedor-gedor kamar orang?

Akhirnya saya memilih shalat di lorong – tempat anak-anak biasa lewat – kalau merasa sudah sepi tidak ada orang berseliweran.
Nah… asyik asyik shalat, ada anak keluar dari kamarnya mau ke kamar kecil…

Astagfirullah!!!!!!!!!!!!!!!!, serunya kaget.

Saya dikira setan… malam-malam ada putih-putih di pojokan

Berasa tambah ga bisa khusyuk shalatnya…

Saya pernah menonton DVD tentang tuntunan shalat (entah judulnya apa, sudah lupa), mereka yang lewat tepat di depan orang yang lagi shalat, dosanya sama dengan membunuh orang. 

Nah lo, kalau begitu, sudah berapa teman kosan saya yang dapat dosa membunuh orang, gara-gara saya shalat di tengah jalan dan tanpa sengaja mereka lewat?

Mantap kan saya? *antaraMerasaBerdosaDanBerasaKeren, ckck

Karena itu saya jadi sering menunda-nunda waktu shalat saya, menyempatkan waktu shalat pas kamar teman lagi available for guest. Sebelum shalat saya molor-molor… muter-muter keliling kosan cari kamar nganggur… menunggu… dan akhirnya… kelupaan!

DAHSYAT!

Dan kejadian itu ga cuma sekali dua kali…

MAMPUS!

Saat kontemplasi seperti ini, saya teringat sebuah quote dari teman-teman el save saya: Shalat yang penting atau yang penting Shalat?

Dulu, saya cenderung melakukan yang pertama, shalat yang penting. Begitu adzan, langsung ambil wudhu, dan shalat. Begitu lalai, ada yang mengingatkan dan akhirnya berjama’ah.

Sekarang saya sudah kuliah, tidak ada yang mengingatkan, dan memang seharusnya bisa mengatur waktu dengan baik. Sayangnya saya belum cukup dewasa dan malah melorot di quote yang kedua… yang penting shalat…

Biarpun telat… biarpun kadang lupa… biarpun ngebut… yang penting shalat…

Harusnya ga boleh begitu kan.

Maaf ya, Tuhan… akan saya perbaiki…

NB. Self note, sebuah pengingat akan keteledoran.

Monday, April 25, 2011

SUPER JUNIOR: IT’S YOU (NEORAGO)


Pertama kali saya lihat Super Junior, yang terlintas dalam pikiran saya adalah… ni orang spoiled banget. Nyanyi kok kaya tawuran! Keroyokan… macam mana pula Suju ini…

waduh, banyak bener ya? 1...2...3...4...5...13! Mau paduan suara buk???

Tapi setelah saya mendengar lagunya yang judulnya IT’S YOU, saya pikir…
Tetep… keroyokan…

Wkwk...

Trus kenapa ya saya bikin tulisan ini??? Toh, tetap saja ga suka Suju? sama sekali ga ngefans... malah termasuk kaum skeptis Suju.

Well, sebenarnya, saya tidak pernah ngefans banget sama satu artis, ataupun membencinya dengan sangat. Saya menyukai “apa yang mereka perbuat”, karya yang mereka ciptakan. Saya orangnya sangat sederhana. Kalau suaranya bagus saya akan suka, kalau lagunya enak saya juga akan suka. Kalau suaranya hancur, bleh... hajar! Itu saja penilaian saya.

Kadang kalau cakep, juga ikut hitungan sih, haha. Hicul dan Maknae Suju, I love you… *halah

Dan diantara sekian banyak lagu Suju dan videoklip yang pernah saya tonton mulai dari Sori-sori, Bonamana, There’s no other like you, lagu Naorago (It’s You) lah satu-satunya yang meresap di hati karena lirik dan aransemennya yang mantap jaya !

Ini liriknya…

[Hankyung]
Neorago (Kyuhyun:Neorago)
Neorago (Kyuhyun:Neorago)
Nan noppunirago (Kyuhyun:Neorago)
Neorago (Kyuhyun:Neorago)

[Donghae]
Dareum saram pilyo obseo nan geunyang neorago
Dashi hanbon mullo bwado nan geunyang neorago
[Kyuhyun]
Imi noneun dareun saranghaet kkaetjiman
Ojol suga obseo dashi dorikilsu obseo oh~
[Yesung]
Nae nunbit chi deuroodon keu sungane
Gaseum gipsul moseul bakdon sungane
[Leeteuk]
Miryeon obshi baro nohreul sontaekhaeseo
Geurae nan neorago

[Chorus]
[Siwon]
Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obgado
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
[Ryeowook]
Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
[Kangin]
Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
[Kyuhyun]
Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

[Eunhyuk]
Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you oh oh only for you
[Eunhyuk/Shindong]
Oh oh only for you oh oh only for you
Oh oh only for you
(Neorago)
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/s/super_junior/its_you.html ]
[Kangin]
Amumaldo pilyo obseo nan geunyang neorago
Nomu neujortago haedo nan geunyang neorago
[Sungmin]
Jal motdwin sarang ingol algo itjiman
Pogi halsu obseo joldae nohchilsu neun obseo ah ah
[Eunhyuk]
Chadichan nae ibsul reul tto burrune
[Shindong]
Ddeukor ubke nohreul chaja wechi ne
[Ryeowook]
Bulobwado daedab obneun noijiman
Nol gidarinhago

[Chorus]
[Hankyung]
Oh nan, geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obgado
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
[Yesung]
Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
[Sungmin]
Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
[Kyuhyun]
Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

[Eyunhyuk]
Oh oh only for you oh oh only for you

[Heechul]
Nan neorago neorago naneun (Donghae: wae moreuni? wae moreuni?)
Nan neorago neorago naneun nan~

[Chorus]
[Siwon]
Geu nuga nuga mworaedo naneun sangwan obdago
Geu nuga nuga yokhaedo nomanbarabun dago
[Ryeowook]
Na dashi taeor nandedo ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
[Donghae]
Oh nan, nol sarang handa malhaedo chonbumanbon malhaedo
Nae gaseumsok dabultago mareun ibsol daldeorok
[Kyuhyun]
Na dashi taeor nande do ojik noppunirago
(Tic toc tic toc) shigani heullodo
Oh nan!

[Heechul]
Neorago (Kyuhyun:Neorago)
Neorago (Kyuhyun:Neorago)
Nan noppunirago (Kyuhyun:Neorago)
Neorago


Translated in English…


Its you (its you)
Its you (its you)
Youre the only one for me (its you)
Its you (its you)

I dont need anyone else, its only you to me
Even if you ask again, its only you to me
Even if you have another love already
I cant forget you, i cant turn back
Right when my glare was sharp
Right when i was nailing a nail deep inside my heart
I chose you without any regrets
Yes , its you

Oh I dont care what anyone says
No matter who curse at me, I'll only look at you
If i am born again, it will be only you
Tik-tak - Even as time goes by
Oh when i tell you i love you thousands of time
Even if my heart is on fire and as my lips dry
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time flies

oh oh only for you oh oh only for you
oh oh only for you oh oh only for you
oh oh only for you oh oh only for you

No words are necessary, its only you to me
Even if you say its too late, its only you to me
I know it is a wrong love
I cant give up, I can never let you go
My cold lips call out more and more
Its finds you warmly and calls you out
Though you never respond when called
Im waiting for you

Oh I dont care what anyone says
No matter who curse at me, I'll only look at you
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time goes by
Oh when i tell you i love you thousands of time
Even if my heart is on fire and as my lips dry
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time flies

oh oh only for you oh oh only for you
To me, its you. Its you to me. (why dont you know, Why dont you know?)
To me, its you. Its you to me. To me

I dont care what anyone says
No matter who curse at me, I'll only look at you
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time goes by
Oh when i tell you i love you thousands of time
Even if my heart is on fire and as my lips dry
If i am born again, it will still be only you
Tik-tak - Even as time flies

Its you (its you)
Its you (its you)
Youre the only one for me (its you)
Its you (its you)


KILIK, EH KLIK SINI UNTUK MENGUNDUH: http://mp3skull.com/mp3/super_junior_it_s_you_neorago.html

Ini lagu yang seram… mengingat liriknya yang bikin sereeeem… wedi…

Anyway… ini lagu favorit saya dan kakak saya. Finally, we have something in common! :p

Ketika saya menulis novel saya yang berjudul ATRAN lagu ini masuk dalam list lagu yang saya dengar untuk membangkitkan mood menulis saya. Luar biasa bukan efek dari sebuah karya seni yang dibuat dari hati?

Lagu ini mendorong orang-orang seperti saya menciptakan karya baru. Dan mungkin karya saya nanti akan mendorong orang-orang lainnya untuk menciptakan karya yang baru lagi dalam bentuk yang berbeda, khas diri mereka?

siapa yang akan tahu?

Begitulah hidup yang saya inginkan. Saya ingin “terlihat” dengan cara “tidak terlihat”. Saya ingin terus hidup melalui tulisan-tulisan saya.

Well, atas randomisasi cara kerja otak saya yang misterius, saya juga berharap bahwa suatu saat (ketika saya sudah mati) saya bisa mendonorkan organ-organ dalam tubuh saya. Saya sedang dalam usaha mencari orang yang saya percaya untuk melakukan itu nanti. Yang pasti sahabat dekat saya, Renny, sudah menolak. Mungkin saya akan mengejar masnya yang berprofesi dokter untuk melakukan itu pada saya nantinya?

Haha, siapa yang akan tahu apa yang akan saya lakukan esok, lusa, dan di masa depan?

Saya adalah makhluk galau yang tidak tertebak.

Bisakah… adakah… dan apakah keinginan saya tersebut bisa terwujud, Tuhan?

Saya sangat ingin. Sungguh!

Amin…

Salam hangat dan peluk dan penuh cinta dari saya,
Devania

NB. Wah… wah sudah sekitar 2 minggu ATRAN berkelana di Penerbit. Semoga dia diterima dengan baik dan kalau pun tidak diterima juga tidak apa-apa, Mama *sambil menepuk dada* akan selalu memperjuangkanmu.

Saturday, April 23, 2011

SEBUAH PESAN: KETIKA SAYA INGIN BUNUH DIRI


Bunuh diri itu dosa, itu kata agama. Katanya orang yang mati karena bunuh diri tidak akan pernah masuk surga. Lalu orang yang mati karena sudah waktunya mati, apakah sudah bisa dipastikan akan masuk syurga?

Belum tentu juga kan?

Hidup seharusnya tidak begitu. Hidup itu bukan tentang untung rugi. Hidup ini bukan soal hitungan matematis seperti dalam perdagangan.

Hidup itu bukan aritmatika.

Yang bisa seenaknya ditentukan siapa masuk mana dan kenapa masuk sana.

Dan, ya, saya akui, kadang-kadang saya juga ingin bunuh diri. Walau kemudian hanya sampai selintas pikiran tanpa realisasi yang memadai. Keinginan itu seringkali terlintas ketika segalanya menjadi rumit.

Bagi kalian yang belum pernah merasakan badai seperti itu, kalian harus bersyukur karena itu tandanya kalian sangat beruntung. Tapi tak ada salahnya juga kalau kalian memahami bagaimana rasanya ketika seseorang ingin mengakhiri hidupnya.

Rasanya seakan semua udara ditakdirkan untuk tidak berada di sekitarmu. Seperti kau terpenjara pada ruang kedap tanpa ada yang mendengar teriakanmu. Seakan sesorang mencengkeram erat jantungmu dan serpihan jarum keluar dari dalam sana. Susah bernafas dan merasa sangat tercekik. Rasanya seperti senyum adalah bukan bagian dari dirimu. 

Mungkin tidak akan ada rasa sakit yang jauh lebih hebat dari itu semua, bahkan neraka sekalipun.

Kau berjalan, makan, dan melakukan segala hal tanpa tahu apa tujuan akhir dari segalanya. Kau merasa tidak berharga, tidak pantas bahagia, dan tidak akan ada yang perubahan seandainya kita mati sekalipun.

Saat-saat kelam itu meledak, kau akan butuh distraksi… sebuah pengalihan dari rasa sakit tak kasat matamu.

Kamu butuh terluka, secara fisik kalau perlu. Karena hanya dengan demikian segalanya akan nampak sedikit lebih lapang di dalam. Kamu akan merasa luka fisikmu adalah pengalih yang sempurna. Sebuah pelarian yang menakjubkan sekaligus mengerikan.


Tidak jarang bukan kita menemukan mereka dengan sayatan silet di pergelangan tangan? Atau orang dengan tato dan tindik yang jumlahnya tidak masuk akal berkeliaran di sekitar kita? Mereka yang seperti itu, suka rasa sakit secara fisik, karena luka fisik mengalihkan perhatian mereka dari luka yang terjadi di dalam.

Untungnya… saya masih belum menato atau menindik tubuh saya. Soalnya orang yang bertato (katanya) susah kalau melamar kerja *melantur

Tapi sebenarnya tulisan ini bukan tentang saya dan kenapa tubuh saya belum ditato atau ditindik. Ini tentang seseorang, teman lama saya.

Saya pernah memergoki seorang teman SMP saya melakukan itu. Saat itu pelajaran kosong dan ia duduk di bangku yang paling belakang, merapat ke tembok, dan kemudian menyayat pergelangan tangannya dengan sebuah silet. Disana sudah banyak bekas sayatan lainnya yang sudah mengering.

Ketika saya tanya, kenapa ia melakukan itu, ia hanya tersenyum.

Rasanya menyenangkan, melegakan, begitu dia menjawab. Dia mengaku sering melakukan itu tanpa benar-benar berusaha memotong pergelangan tangannya.

Saya waktu itu masih terlalu polos untuk mengerti perkataannya dan membiarkannya begitu saja.

Sebut saja kawan saya itu bernama Lestari (sebelumnya kan sudah BUNGA dan sudah CITRA, sekarang pakai LESTARI saja). Lestari adalah salah satu cewek populer di sekolah karena sifatnya yang nyentrik dan easygoing. Saya dan Lestari cukup dekat sampai saya mengetahui bahwa ia suka merokok di belakang sekolah, menghabiskan malam dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang, dan kadang masih fly ketika di sekolah.

Tapi saya yang waktu itu masih berusia 13 tahun masih belum mengerti itu semua. Saya tetap berteman dengannya – walau begitu saya menjaga jarak sejak memergokinya hobinya tersebut. Saat itu yang terlintas dalam pikiran polos saya, anak semacam itu sebaiknya dihindari.

Intinya kami terus berteman sampai lulus SMP. Dan begitu masuk SMA, komunikasi kami terputus begitu saja. Padahal seingat saya – terlepas dari kebiasaan buruknya – dia anak yang sangat baik, setidaknya pada saya, yang kutu buku, dan kuper.

Kabar terakhir yang saya dapatkan, Lestari berusaha membunuh dirinya dan kemudian dilarikan di rumah sakit. Saya mendapatkan kabar tersebut dari kawan-kawan SMP yang lain.

Sayangnya sampai sekarang saya tidak tahu bagaimana kabarnya. Dan entah ia sekarang tinggal di mana. Sepertinya dia pindah ke luar kota.

Dalam lubuk hati, saya merasa sangat menyesal. Seharusnya dulu saya tidak menghindarinya dan mungkin dulu ia hanya butuh didengar, bukannya diabaikan. 

Saya ingin merestart ulang hidup saya dan memperbaiki segalanya. Namun hidup itu tidak seperti barang elektronik layaknya laptop dan komputer yang bisa sebegitu mudahnya di-restart dan kalau kena virus bisa langsung di install ulang.

Saya tak akan bisa merubah itu semua. Namun, mungkin jika suatu hari saya bertemu lagi dengannya, saya harap saya bisa memberikan senyuman terbaik saya dan berbincang-bincang dengan ketulusan seorang sahabat.

Semoga mendapatkan kebahagiaan yang kau inginkan, Lestari. Semoga kau bisa mengendalikan hidupmu dan bukannya dikendalikan olehnya. Mungkin itu sulit tapi saya ingin kamu mencoba.

Friday, April 22, 2011

AKU HANYA INGIN MENYIKSAMU, SAYANG

sebuah file jpeg dari laptop

aku hanya ingin menyiksamu, Sayang…
Bukan dengan sakit melainkan dengan rasa bersalah.
aku ingin membunuhmu, Sayang, bukan dengan pedang melainkan dengan pandang.
aku ingin membalasmu, dalam diam yang mencengkeram
dan kau tenggelam.
Sayangku, tidak ada benci yang tersisa untuk kubagi kepadamu.

Sayang, kebencianku adalah obat penyembuh rasa bersalahmu.
Balasanku adalah muara akhir dari segala rasamu.
Dan, aku tidak terlalu bodoh untuk tahu itu.

Kau bilang aku jahat?
Tidak, Sayang… aku tidak jahat.
Aku tidak membencimu dan juga tidak membalasmu.
Jadi, tindakanku tidak bisa didefiniskan sebagai jahat. *senyum*

Aku cuma masih ingin memanggilmu Sayang kok.
Tersenyum memandang wajahmu,
Dan menikmati permainan ini.

Thursday, April 21, 2011

Kumcerku di LeutikaPrio (edisi revisi 20 April 2011)

Ada belasan file cerpen bertebaran di laptopmu. Ada setumpuk kertas berisi cerpen-cerpen jadul yang hanya kalian tulis, baca dan simpan. Apa kalian suka bertukar cerpen dengan kawan-kawan lain yang juga hobi menulis? Kenapa nggak bikin antologi aja?  So, Leutika mengajak kalian yang punya karya untuk ikutan event “Kumcerku di LeutikaPRIO”.

Ketentuan :
1. Add FB LeutikaPrio untuk memudahkan peserta dalam bertanya tentang lomba ini.

2. Tidak ada persyaratan khusus soal tema.
- Peserta boleh mengeksplor tema apa pun.
- Peserta boleh menerapkan satu tema (perempuan saja, misalnya), atau beragam tema (perempuan, politik, anak-anak jalanan, dll.) dalam satu kumcernya.
- Termasuk kami memperbolehkan pengiriman kumcer anak, remaja, ataupun dewasa.

3. Isi naskah tidak mengandung SARA dan pornografi.
- Batasan pornografi dewan juri adalah tidak menarasikan adegan seks secara eksplisit.

4. Cerpen yang menjadi bagian dari kumcer yang diikutsertakan tidak pernah diterbitkan oleh pihak lain baik dalam bentuk media cetak (lokal maupun nasional) atau media online (website sastra, misalnya), baik media yang menyediakan imbalan dalam bentuk fee maupun sekadar pemuatan saja.

Hal demikian untuk menyamaratakan setiap cerpen yang masuk dalam sesi penjurian. Ketentuan no.4 ini mengecualikan cerpen yang pernah dimuat di blog pribadi atau FB. Kami mempersilakan cerpen tersebut untuk diikutsertakan dalam lomba ini.

5. Satu naskah terdiri dari minimal 10 cerpen dan maksimal 15 cerpen. Dengan jumlah halaman tiap cerpen min.4 mak.10 hal. A4 spasi 1 ½ Times New Roman 12.

6. 10 atau 15 cerpen tersebut boleh merupakan karya sendiri atau pun komplasi (bareng-bareng).
- Apabila peserta menghendaki opsi kedua (kompilasi) maka maksimal penulis adalah 5 orang.

7. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah terbaik.
- So, Peserta yang memilih opsi pertama (menulisnya sendiri) tidak diperbolehkan mengirim
naskah dalam bentuk kompilasi. Begitu juga sebaliknya, peserta yang masuk dalam kompilasi, tidak boleh mengirim naskah dalam bentuk solo. 

Teknis pengiriman naskah:
1. Kirim karyamu ke leutikaprio@hotmail.com dengan subjek “Kumcerku di LeutikaPRIO”. (Peserta dalam bentuk kompilasi, wajib menunjuk satu koordinator yang bertugas mengirim naskah ke email tersebut).

2. Lengkapi karyamu dengan biodata.
(Nama asli, nama pena, tempat tanggal lahir, alamat sesuai KTP, alamat surat, email, fb, no telp/HP yang bisa dihubungi, dan no rekening yang masih aktif.)
(PESERTA TIDAK PERLU MENGIRIM SINOPSISNYA)

3. Untuk memudahkan proses download kami, kumpulkan masing-masing cerpen dalam satu file, jangan mengirimkannya dalam bentuk file yang terpisah-pisah. 

4. Mohon untuk meng-attach file dan tidak menaruh (kumcer maupun biodata) di badan email.

5. Setiap karya yang dikirim ke selain email di atas, tidak kami data dan kami anggap tidak sah.

6. Posting gambar event & materi lomba di FB masing2. Tag minimal 25 orang. Dengan berbagai pertimbangan peserta mohon tidak mentag FB Leutika Publisher/Leutika Publisher Dua/LeutikaPrio, pendataan kami lakukan via email. 

7. Peserta tidak diperbolehkan memosting cerpen yang diikusertakan selama lomba berjalan, baik dalam blog pribadi maupun notes FB. Bagi yang mengikut sertakan cerpen yang pernah diposting di blog pribadi, mohon untuk menghapus postingan tersebut.


Hadiah:
Leutika akan memilih 5 (lima) kumcer terbaik, masing-masing akan mendapatkan:
1. Paket penerbitan secara GRATIS di LeutikaPrio senilai total Rp 2.500.000 (@500rb).
2. 1 eks hasil buku jadi, dan royalti dari penjualan buku yang hanya dijual secara online.
3. 5 judul buku dari Leutika Publisher (judul tidak bisa memilih.

Hadiah buku akan dikirim langsung ke alamat pemenang (untuk pemenang dalam bentuk kompilasi, Leutika hanya mengirimkan hadiah ke alamat koordinator).

Bagi peserta yang belum menang, akan mendapatkan diskon biaya penerbitan di LeutikaPrio senilai 100rb, yakni, apabila menghendaki penerbitan di LeutikaPrio maka cukup mebayar 400rb (menghemat 20% dari biaya asli). Deadline diskon akan kami informasikan setelah lomba selesai, & hak karya kami kembalikan ke masing-masing peserta.    

Deadline:  31 Mei 2011 (jam 12 malam).
Pengumuman Pemenang: 6 Juni 2011 (jam 12 siang)  di www.leutika.com danwww.leutikaprio.com dan seluruh FB Leutika.



LMCR ke 6 tahun 2011 : Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi

Tahun Ke 6
Lomba Menulis Fiksi Paling Bergengsi
LMCR
KEMBALI MENGUNDANG ANDA UNTUK BERPRESTASI
Raih Hadiah Total Rp 95 Juta
+
ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN  AWARD
Syarat-Syarat Lomba
  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B)  dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)  dari seluruh Indonesia atau mereka yang sedang studi/bertugas di luar negeri
  2. Lomba dibuka  21 April 2011 dan ditutup 21 September 2011 (stempel pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek serta aneka rona kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, kekecewaan,  harapan, kegagalan, cita-cita, persahabatan, pengalaman unik, petulangan  maupun perjuangan hidup)
  4. Judul bebas, tetapi mengacu pada tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. Judul boleh menggunakan bahasa asing
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik, benar dan indah (literer). Bahasa daerah, bahasa prokem, bahasa gaul dan bahasa asing boleh digunakan untuk dialog (bukan narasi)
  7. Naskah yang dilombakan harus asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan
  8. Ketentuan naskah:
  1. Ditulis di atas kertas ukuran kuarto atau A-4, ditik berjarak spasi 1,5 spasi, huruf 12 font Times New Roman, margin kiri-kanan rata maksimal 3Cm
  2. Panjang naskah 6 (enam) – 10 (sepuluh) halaman, diprint 3 (tiga) rangkap (copy) disertai file dalam CD
  3. Naskah disertai sinopsis, biodata singkat pengarang dan foto dalam pose bebas ukuran postcard. Lampiran lainnya: Fotocopy KTP/SIM atau Kartu Pelajar/Mahasiswa  dan Kartu Keluarga (pilih salah satu)
  4. Setiap judul naskah yang dilombakan wajib dilampiri 1 (satu) kemasan LIP ICE jenis atau saja atau segel SELSUN jenis apa saja
  5. Naskah yang dilombakan beserta lampirannya dimasukkan ke dalam amplop tertutup, cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2011 sesuai dengan kategorinya pada bagian kanan atas amplop
  6. Naskah dan persyaratan (Butir e) dikirim ke alamat:
Panitia LMCR-2011 ROHTO-MENTHOLATUM  GOLDEN AWARD
Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City
Bogor 16810 – Jawa Barat
  1. Hasil lomba diumumkan  15 Oktober 2011 melalui website: www.rayakultura.net danwww.rohto.co.id
  2. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  3. Naskah yang masuk ke Kotak Pos  Panitia LMCR-2011 menjadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya
  4. Informasi lebih lanjut silakan e-mail ke: lmcr.kelima@gmail.com
Hasil Lomba dan Hadiah Untuk Para Pemenang
Pajak hadiah para pemenang ditanggung PT ROHTO Laboratories Indonesia
Kategori A (Pelajar SLTP)
  • Pemenang I  – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II  – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) Unit TV
Kategori B (Pelajar SLTA)
  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai  Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,-  + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Uang Tunai  Rp 1.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 15 (lima belas) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 50 (lima puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1(satu) Unit TV
Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)
  • Pemenang I – Uang Tunai  Rp 7.000.000,- + ROHTO-MENTHOLATUM GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 20 (dua puluh)  Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dariPT ROHTO + Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
  • 200 (dua ratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam ROHTO-MENTHOLATUM
Seluruh pemenang mendapat Antologi LMCR-2011 dan Buku TELAGA INSPIRASI MENULIS FIKSI karya Naning Pranoto

UNDANGAN MENULIS ANTOLOGI “MAAF”

Copas dari Abang Syaque Hikaritokusaikizoku
_____________________________



                                                            Oleh : Syaque Hikaritokusaikizoku


            Kapan terakhir kita meminta maaf? Apakah sehari yang lalu atau bahkan setahun yang lalu? Sebagai manusia yang kerap memiliki salah dan khilaf, hendaknya kita senantiasa meminta maaf atas kesalahan kita yang disengaja atau tidak. 

            Banyak kisah terpahat di sana. Suka duka menjalani hidup, cerita lucu penuh tawa bersama sahabat yang berubah menjadi permusuhan karena kesalahan kecil, mengharukan dan membuat air mata bercucuran, bahkan mungkin teriakan kecewa terhadap dunia luar tentang keengganan memberi maaf.

            Daripada semua cerita itu hanya menyesaki perasaan dan membuat badan kita makin kurus (atau makin gemuk) karena nafsu makan yang menggila akibat frustrasi, permusuhan semakin menjadi-jadi,  mari kita tuangkan kata maaf itu.

           Bagaimana? Siapkah kita meminta maaf atas kesalahan kita? Sudah seberapa besar keikhlasan kita memberi maaf?
Maka ikutilah Antologi ini untuk mengungkapkan perasaan kita.

 Syarat  Umum:
 • Usia bebas, jangan lupa pasang banner lombanya.

• Karya diambil dari kisah nyata, jadi bukan rekaan atau plagiat apalagi sudah dimuat ya? Jujur...

• Membuat pernyataan tertulis bahwa kisah yang dikirimkan adalah kisah nyata dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun (termasuk di dunia maya). Kirimkan bersama naskah.

• Kontributor yang ingin mengirimkan naskah harus menjadi teman dari  Asni Januarti https://www.facebook.com/profile.php?id=100002222975770&ref=ts  dan Syaque Hikaritokusaikizoku https://www.facebook.com/profile.php?id=100000037856023  Yang belum menjadi teman, silakan add dahulu dan tambahkan pesan pribadi saat mengadd itu bahwa Anda ingin mengikuti proyek ini. Jangan lupa bergabung di Group Syaque Ya Syaquehttps://www.facebook.com/?ref=home#!/home.php?sk=group_119781844760475&ap=1 untuk info terupdate mengenai lomba ini.




Syarat  Khusus:
  • Naskah bisa menceritakan apa saja, asalkan sesuai dengan tema MAAF. Suka duka menjadi seorang  yang lebih dulu meminta maaf atau memberi maaf, kisah-kisah mengharukan, menyebalkan, lucu, dan inspiratif. Ingat, buku ini nanti tidak akan menjadi buku yang biasa saja, melainkan merupakan kumpulan kisah sejati yang mengandung hikmah dari para penulis.

• Naskah berupa tulisan nonfiksi boleh berupa narasi atau cerpen dengan kisah yang mengalir, ringan, dan mudah dicerna tapi tetap sesuai dengan EYD. Hindari pemakaian kata-kata yang menyinggung SARA, mengandung pornografi, bahasa kasar, dan bahasa alay. Boleh disertakan bahasa Daerah atau bahasa Asing dengan diberi penjelasan pada footnote.

• Panjang naskah 6-7 halaman kertas A4, ketik 1,5 spasi, huruf Times New Roman 12. Ketik dan simpan hanya dalam file Microsoft Word (berformat Rtf).

• Naskah dikirim dalam bentuk attachment ke alamat e-mail: syaquehikaritokusaikizoku@gmail.com dan bukan ditulis di badan e-mail. Pada subyek, tuliskan:(MAAF) – Judul Naskah.

• Sertakan nama asli, nama FB, nomor yang bisa dihubungi dan biodata naratif sepanjang satu paragraf di akhir naskah.

• Akan dipilih 14 naskah (total 16 naskah dengan naskah milik pantia Syaque dan Asni Januarti) yang dinilai paling unik, memotivasi, dan menginspirasi untuk dibukukan dalam sebuah antologi.

• Naskah ditunggu hingga tanggal 31 Juli 2011  pukul  24.00 WIB.

• Pengumuman kontributor yang masuk dalam antologi ini akan di-posting di Notes FB Syaque pada tanggal 7 Agustus  2011.

• Naskah yang terpilih akan diterbitkan Secara Indie. Kontributor tidak menerima royalti. Pemenang masing-masing akan mendapat buku Antologi Kata “MAAF”.


        Jadi, tunggu apa lagi? Tulis kisahmu yang paling menarik, tak terlupakan, dan memotivasi lalu kirimkan sekarang juga.

HADIAH (insya Allah bertambah) :
juara 1-3 akan mendapatkan buku Antologi "IBUKU ADALAH..."

                                       (Penyusunan dan editing naskah dilakukan oleh Panitia)


                                                                        Salam Cinta;


                                                                         PANITIA

Follower