TENTANG SI CHIMER

Tuesday, February 7, 2017

LEGA, HAYATI...

Lega ketika naskah upcoming novel dinyatakan revisi final dan akan antri lay out. Mau lanjutin draft baru jadi ga kepikiran lagi...

Untuk upcoming novel ada perubahan judul dari editor. Masih antri ini itu lah. Tunggulah tanggal mainnya untuk judul dan cover.

Dan untuk draft baru semoga saja bisa lanjut.

Maaf banget ya yang kemarin sudah nungguin.

Kesibukan kerja ini harus mampu saya atasi demi nulis *laaahhh

Makasih yang sudah nungguin lanjutan ALL SHE KNOWS!

Muah!

Image result for muah visualizeus
from here

Tuesday, January 24, 2017

PEREMPUAN DENGAN MENDUNG DI MATANYA

Perempuan itu boleh tidak percaya, dan kamu berhak kecewa karenanya.
Sebab ada mendung menggantung di matanya.
Ada luka yang tertoreh dan membekas di hatinya.

Image result for eyes, visualizeus
pict from visualizeus

Perempuan itu berhak menjaga jarak dan kamu boleh marah karenanya.
Sebab ada bara di dasar perasaannya.
Kamu akan melihatnya tersenyum tapi senyum itu bukan miliknya.
Kamu akan melihat hujan turun dari kelopak mata,
Sebab awan memilih tinggal di sana
dan langit adalah hatinya.

Kamu boleh mencoba mencintai jenis perempuan yang seperti itu.
Kamu boleh mencoba dan gagal  dan mencoba lagi dan gagal lagi.
Kamu boleh menyerah.
Atau bertahan.

Sebab ada mendung menggantung di kelopak matanya.
Sebab kamu bisa saja menjadi pelangi,
kamu bisa saja menjadi bagian dari mendung.
Sebab apapun kamu nanti,
mendung itu tetap menggantung di kelopak matanya.
Dan kamu tidak bisa melakukan apa-apa
Selain menerima
Atau tersenyum
Lalu pergi
Seperti yang lainnya


Tuesday, December 27, 2016

6 THE COINCIDENCE

Angka pada layar digital di antara dua kakinya bergerak naik dan akhirnya berhenti setelah berkedip dua kali. Angkanya sudah tidak berubah lagi. Kemudian ia memekik pelan seakan ingat akan sesuatu, Eliana turun lagi lalu melepas piyama bahkan hingga pakaian dalamnya. Iya menggumamkan doa sebelum perlahan kakinya berpijak lagi pada timbangan. Ia menahan napas dan tanpa sadar memejamkan mata rapat-rapat. Keringat bercucuran di jidatnya. Minggu depan ia akan berangkat ke New York untuk mengikuti undangan casting. Ia diharapkan managemennya untuk kembali berpartisipasi dalam New York Fashion Week. Ia tidak boleh kehilangan kesempatan ini. Begitu banyak model baru bermunculan dan seringnya mereka masih berusia belasan tahun.
Eliana perlahan membuka mata dan angka timbangan berkedip dua kali menampilkan angka yang sama seperti sebelum ia menanggalkan pakaiannya. Eliana mengumpat pelan kemudian menatap tubuh telanjangnya di depan cermin. Ia bisa melihat pinggulnya sedikit lebih besar dari sebelumnya. Ia menggigit bibirnya sambil menangis. Ia menghabiskan setengah hari dengan terus kardio di apartemennya.
Sialnya, otaknya mengirimkan sinyal meminta karbohidrat. Otak sialan yang begitu menyukai makanan. Eliana memutuskan untuk mandi dan bersiap pergi keluar. Lagipula ia sudah cukup lama tidak mengunjungi salah satu tempat favoritnya, toko buku.

*

Mata Eliana menyusuri rak rak buku new release. Novel-novel baru dengan nama penulis-penulis yang juga baru serta beberapa novel terbitan penulis ternama yang dikenalinya. Eliana mengambil satu buku dan membaca bagian belakang sampul buku. Ia juga melakukan riset kecil dengan mengecek buku tersebut di goodreads untuk mengetahui garis besar cerita.

Tas plastik di tangannya tiba-tiba dipenuhi tumpukan buku. Sebagian besar novel ilustrasi atau komedi romantis. Ia suka kisah-kisah ringan yang membuatnya merasa rileks. Kadang ia juga masih suka membaca teenlit walau orang-orang suka mengejek selera bukunya. Eliana tidak peduli, lagipula ia membaca bukan untuk membuat orang lain terkesan. Ia membaca apapun yang membuatnya merasa gembira.
Eliana berjalan ke tumpukan buku doodle di sebelah rak buku pengembangan diri. Dan di sanalah ia menemukan seorang pria dengan tinggi badan menjulang, mungkin 183cm, ia mengenakan kaos biru polos dan jins, sebuah buku di tangannya. Wajahnya sedikit menunduk, terlihat serius, alisnya yang tebal saling bertaut, dan mulutnya sedikit mengerucut. Tanpa sadar senyum Eliana mengembang.
Barangkali pria tersebut merasa diperhatikan, ia mengangkat wajahya, dan mata keduanya bersirobok. Eliana segera membuang muka dan berdeham pelan. Namun tanpa disangka pria itu tersenyum ke padanya.
Arka menutup buku berkover putih di tangannya dan meletakkannya kembali ke rak. Eliana jadi tidak punya pilihan selain membalas senyuman Arka. Lagipula senyuman Arka cukup langka. Arka menjadi sosok yang berbeda di luar urusan kantor. Ia menjadi laki-laki normal pada umumnya. Sederhana dan santai. Di kantor ia menjadi sosok yang dingin dan cenderung apatis.
"What a nice coincidence." ujar Arka sembari tersenyum kecil.
Eliana hampir tidak mempercayai pendengarannya. Benarkah tadi Arka bilang ini kebetulan yang indah? Apakah Arka merasa senang bertemu dengannya?
"Sering mampir toko buku?" Eliana balas berbasa basi.
"Lumayan. Kamu?"
"Jarang. Tapi sekalinya mampir biasanya ngeborong." Eliana memamerkan tas belanjaannya.
Arka melirik sekilas buku dalam kantong belanjaan Eliana. "Nggak nyangka kamu suka baca novel."
"Ya, kamu orang kesekian yang bilang gitu." Eliana mengedikkan bahu. "Lagi nyari buku apa?"
"Sebenarnya nggak lagi nyari buku tertentu. Cuma lihat lihat aja." ujar Arka kemudian ia menatap Eliana agak lama.
Eliana yang semula tersenyum jadi salah tingkah. Ia mengingat-ingat penampilannya saat ini. Ia mengenakan blus putih potongan sederhana, boyfriend jins, dan sepatu usang kesayangannya. Rambutnya dicepol acak karena ia sedang malas menata rambutnya. Ia tidak mengenakan make up apapun selain bb cream dan lipgloss. Ia merasa tidak ada yang istimewa dalam penampilannya tapi tidak bisa dibilang memalukan. Bagaimanapun ia manusia biasa yang tidak selalu tampil sempurna. Eliana kira Arka akan mengomentari penampilannya seperti biasa. Arka selalu berkomentar soal penampilannya sebagai brand ambassador setiap kali ia merasa tidak sesuai. Eliana sudah menyiapkan argumen untuk itu tapi ternyata Arka melihat sekeliling dan bertanya. "Ke sini sama siapa?"
"Hah?"
Arka mendekat dan mengulangi pertanyaannya. “Sendirian?”
Eliana menjawab dengan muka polos. "Ya."
"Sudah makan?"
"Belum."
"Di dekat sini ada sushi yang enak. Suka sushi?"
"Hah?" Eliana cepat cepat meralat jawaban bodohnya sebelum Arka menyadari. "Ya. Suka." ia berusaha tersenyum meski terasa aneh.
Berbeda dengannya, Arka justru tersenyum dengan sangat mudahnya. Bagaimanapun Eliana masih tercengang atas begitu bertolakbelakangnya Arka di kantor dan di kehidupan sehari-hari. Arka berjalan lebih dulu di hadapannya menuju kasir dan Eliana mengikutinya seperti kerbau dicocok hidung.

*

Restoran kesukaan Arka rupanya juga retoran Jepang kesukaan Eliana. Mereka memesan makanan kesukaan masing-masing. Arka meminta Eliana memperlihatkan buku-buku yang baru dibelinya. Arka berhasil menebak beberapa judul novel yang difilmkan. Arka bilang ia jarang membaca fiksi tapi ia mengikuti fiksi lewat film.
Arka bercerita tentang beberapa novel yang akan diangkat ke layar lebar dalam waktu dekat. Eliana tidak terlalu mengikuti perkembangan film tapi ia cukup antusias ketika tahu beberapa novel kesukaannya akan difilmkan.
"Begitu filmnya rilis, mau nonton bareng?"
"Mau banget. Sama siapa nontonnya?"
"Sama aku."
"Terus?"
Arka tidak langsung menjawab pertanyaan Eliana.
Senyum Eliana memudar perlahan.
Arka menatap Eliana lagi dengan cara yang sama dengan di toko buku. Tatapan mata yang tenang dan sedikit terlalu percaya diri. “Apa keberatan kalau aku mengajakmu nonton berdua saja?”
Eliana ingin memperjelas apakah itu ajakan kencan atau apa. Ia ingin memastikan apakah mereka sungguh akan menonton film berdua saja? Tapi panas di kedua pipinya membuat Eliana kehilangan kata-kata.
Seorang pelayan datang dan menaruh hidangan di antara mereka. Arka mengambil gelas ochanya, meniup uapnya, lalu meminumnya. Eliana menatap hidangan di hadapannya dan baru sadar ia mengkhianati rencana dietnya. Kini sudah terlambat menyesali.
“Gimana?” ulang Arka dengan nada tenang.
Eliana membasahi bibirnya sesaat sebelum menjawab. “Oke.”
Eliana bisa melihat senyum puas di wajah Arka. Senyum yang hanya pria itu berikan ketika proyek berakhir sukses. Kemudian mereka menikmati hidangan di hadapan mereka sembari meneruskan obrolan mereka mengenai film-film yang diangkat dari novel best seller.

*

Monday, November 28, 2016

Mengapa Harus Berwisata ke Bandung?


Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri, apa yang menjadi pertimbangan mengapa Anda memilih sebuah destinasi wisata? Apakah karena ada objek wisata populer di tempat tersebut? Atau, apakah karena disana ada objek wisata yang sesuai dengan minat Anda?
Terlepas dari apapun alasan mengapa Anda memilih sebuah objek wisata sebagai next traveling destinations anda selanjutnya, salah satu yang direkomendasikan adalah Bandung. Lalu mengapa Bandung harus menjadi destinasi wisata Anda selanjutnya? Alasan-alasan berikut ini mungkin bisa menjawabnya.

Akomodasi di Bandung lengkap dan menarik

Akomodasi di Bandung cukup lengkap mulai dari hotel hingga villa. Salah satu hotel yang unik dan banyak dipesan oleh wisatawan adalah Banana Inn Hotel yang lokasinya ada di Jalan Dr. Setiabudi Nomor 191, Gegerkalong, Sukasari.
Lokasi Hotel ini sangat strategis, berada di antara pusat kota Bandung dan berbagai obyek wisata menarik seperti: Kampung Gajah Wonderland, Jendela Alam, Bosscha observatory, objek wisata De' Ranch, Kebun Strawberry, Taman Begonia, hingga Curug Maribaya.

Cuaca di Bandung menyenangkan

Bandung memiliki cuaca yang cukup sejuk dan menyenangkan. Tidak heran mengingat Kota Bandung berada jauh di atas permukaan laut. Karena Bandung berada di ketinggian, maka Bandung juga jadi jarang banjir, tidak seperti Jakarta.


Ranca Upas Bandung - dolandolen.com

Jadi, berkunjung pada musim kemarau atau musim hujan seharusnya tidak membuat Anda khawatir jika perjalanan wisata Anda akan terganggu.

Ada banyak villa dengan pemandangan menakjubkan di Bandung

Bandung dikenal memiliki pemandangan alam yang eksotis dan mempesona. Diantaranya adalah Gunung Tangkuban Perahu dan objek wisata Kawah Ciwidey. Disekitar tempat tersebut, ada banyak villa atau penginapan yang disewakan dengan harga bervariasi tergantung fasilitas dan ukuran villa.
Namun yang menjadi perhatian adalah, pemandangan alam disekitar villa begitu menakjubkan. Panorama alamnya indah didukung dengan udara khas Bandung yang sejuk. Membuat villa Bandung cocok dijadikan sebagai tempat beristirahat jika ingin menenangkan pikiran dan lari dari keramaian kota.

Ada banyak objek wisata terpadu di Bandung


Rumah mode - tempatwisatadibandung.info

Bandung tidak hanya menawarkan pemandangan alam, melainkan di Bandung juga ada banyak objek wisata terpadu dan objek wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi. Diantaranya adalah:
l  Trans Studio Bandung
l  Saung Angklung Udjo
l  Cimanggu dan Ciwalini Hot Spring Water
l  Rumah mode
l  Kebun binatang Bandung
l  Braga City Walk, dan lain-lain.

Kuliner di Bandung terkenal enak dan lezat



Karedok Bandung - recipecipe.blogspot.co.id

Di Indonesia, masakan sunda cukup populer dan banyak diminati. Diantara beberapa makanan khas Bandung yang sebaiknya Anda coba saat berkunjung adalah:
l  Karedok. Terdiri atas berbagai sayuran mentah seperti mentimun, daun kemangi, kacang panjang, terong, dan lain-lain.
l  Batagor. Merupakan singkatan dari bakso tahu goreng.
l  Mie kocok. Adalah makanan lain khas Bandung yang enak dan nikmat terbuat dari mie kuning dan toge.
l  Perkedel Bondon, yang terbuat dari kentang dan dimasak menggunakan tungku api
l  Surabi khas Bandung
l  Combro
l  Misro
l  Nasi Timbel
l  Hingga, Peuyeum (tape singkong).

Di Bandung ada banyak pusat perbelanjaan murah-meriah

Destinasi wisata belanja yang paling terkenal di Bandung adalah Pasar Cibaduyut. Di Pasar Cibaduyut kita akan dengan mudah menemukan berbagai benda berkualitas tinggi mulai dari sepatu, atas, jaket hingga berbagai bentuk alas kaki yang terbuat dari kulit.


Cibaduyut Bandung - bdgexpat.com

Namun selain berbagai benda-benda terbuat dari kulit yang ditawarkan dengan harga bersahabat di Pasar Cibaduyut, sebenarnya masih ada tempat-tempat belanja murah-meriah lainnya di Bandung yang menarik. Tempat-tempat belanja tersebut diantaranya adalah:
l  Pasar Jumat Pusdai, dikenal sebagai salah satu tempat berbelanja berbagai jenis pakaian sisa-sisa ekspor. Ditawarkan dengan harga murah-meriah.
l  Gang Tamim merupakan pusat perbelanjaan jika Anda ingin mencari berbagai pakaian yang terbuat dari kain denim atau jeans dengan harga antara Rp100.000 hingga Rp200.000.
l  Pasar Baru Trade Center, adalah tempat berbelanja berbagai jenis kain dan pakaian dengan harga terjangkau.
l  Jalan Cihampelas juga merupakan destinasi wisata belanja di Bandung yang ikonik dan terkenal. Disini kita bisa menemukan dengan mudah berbagai jenis oleh-oleh khas Bandung seperti keripik tempe, peuyeum, hingga kaos-kaos lucu dengan kata-kata unik.


Itulah beberapa daya tarik Bandung yang mungkin bisa menjadi alasan untuk memilih Bandung sebagai destinasi wisata Anda selanjutnya.

Follower